Paris – Tim nasional Prancis menunjukkan dominasi absolut di Piala Dunia 2026 dengan memastikan langkah ke babak 16 besar melalui performa impresif di fase penyisihan. Ketajaman lini serang yang dimotori oleh trio Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise menjadi kunci keberhasilan skuad asuhan Didier Deschamps dalam membongkar pertahanan lawan.
Sejak pertandingan pembuka, Prancis tampil konsisten dengan menyapu bersih seluruh laga babak penyisihan. Les Bleus mencatatkan statistik fantastis dengan mencetak minimal tiga gol di setiap pertandingannya. Hingga menembus babak 32 besar, Prancis telah mengoleksi total 13 gol dari empat pertandingan. Swedia menjadi korban terbaru keganasan lini serang Prancis, menyusul Senegal, Irak, dan Norwegia yang lebih dulu merasakan ketajaman tim tersebut.
Efektivitas serangan Prancis berpusat pada peran Kylian Mbappe yang kini bertransformasi menjadi penyerang nomor sembilan atau target man. Perubahan posisi ini didukung penuh oleh pergerakan Ousmane Dembele yang piawai memecah struktur pertahanan lawan, serta kreativitas Michael Olise dalam mengatur alur bola. Secara statistik, Mbappe telah membukukan enam gol dan dua assist. Sementara itu, Dembele mencatatkan empat gol dan satu assist, disusul Olise yang menjadi motor penggerak dengan kontribusi lima assist.
Pengamat sepak bola, Gigih W, menilai bahwa komposisi skuad Prancis saat ini sangat mewah dan mampu mengakomodasi kebutuhan Didier Deschamps dalam membangun serangan. Menurutnya, Deschamps menerapkan pendekatan taktis yang mirip dengan Carlo Ancelotti, yakni memaksimalkan potensi pemain kunci untuk menjadi pusat permainan. Dalam konteks Prancis, Mbappe menjadi poros utama yang kualitas penyelesaian akhirnya di dalam kotak penalti sulit dibendung oleh bek lawan mana pun.
Catatan produktivitas trio Prancis ini memicu perbandingan sejarah dengan lini serang legendaris Brasil pada Piala Dunia 2002. Kala itu, Brasil sukses merengkuh gelar juara berkat kontribusi trio Ronaldo Nazario, Ronaldinho, dan Rivaldo. Data statistik dari Opta menunjukkan bahwa Prancis kini menjadi tim kedua dalam sejarah abad ke-21 yang memiliki tiga pemain sekaligus dengan kontribusi minimal lima gol dalam satu turnamen Piala Dunia.
Pada edisi 2002, Ronaldo mencetak delapan gol, Rivaldo menyumbang lima gol dan dua assist, serta Ronaldinho mengoleksi dua gol dan tiga assist. Kesamaan pola produktivitas yang ditunjukkan oleh Mbappe, Dembele, dan Olise saat ini memberikan harapan besar bagi pendukung Les Bleus untuk mengulang kejayaan serupa. Dengan koleksi 13 gol dari empat laga, Prancis kini menjadi kandidat kuat juara dunia, sekaligus membuktikan bahwa kombinasi serangan mereka berada di level yang berbeda dibandingkan kontestan lainnya. Konsistensi trio ini akan kembali diuji pada babak 16 besar, di mana tekanan akan jauh lebih besar seiring dengan semakin dekatnya partai puncak turnamen.











