Guadalupe – Tim nasional Belanda resmi tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan menyakitkan dari Maroko melalui drama adu penalti dengan skor 3-2. Pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Estadio Monterrey, Leon Baru, tersebut berakhir antiklimaks bagi skuad asuhan Ronald Koeman setelah mereka gagal mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir pertandingan.

Belanda sebenarnya sempat membuka asa untuk melaju ke babak selanjutnya melalui gol yang dicetak oleh Cody Gakpo pada menit ke-72. Gol tersebut sempat membuat publik Negeri Kincir Angin percaya diri bahwa tim mereka akan mengamankan tiket ke babak 16 besar. Namun, dominasi rapuh tersebut runtuh saat memasuki masa injury time.

Maroko berhasil menyamakan kedudukan melalui gol dramatis Issa Diop pada menit 90+1. Gol penyama kedudukan tersebut memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu 2×15 menit. Meski kedua tim berupaya keras untuk mencetak gol kemenangan, skor imbang 1-1 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, memaksa penentuan pemenang melalui adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, Belanda menunjukkan performa yang buruk. Tiga eksekutor mereka, yakni Justin Kluivert, Quentin Timber, dan Summerville, gagal menunaikan tugasnya dengan sempurna. Di sisi lain, meski dua pemain Maroko yakni Aynaoui dan Hakimi gagal, keberhasilan tiga eksekutor Singa Atlas lainnya memastikan langkah Maroko ke babak berikutnya sekaligus memulangkan Belanda lebih awal.

Kekalahan ini memicu kemarahan besar dari publik dan pengamat sepak bola Belanda. Kritikan tajam datang dari jurnalis senior Valentijn Driessen, yang menilai penampilan tim nasional Belanda sebagai sebuah aib. Menurutnya, taktik ultra-defensif yang diterapkan Ronald Koeman tidak memberikan hasil positif, melainkan justru memperlihatkan penurunan kualitas tim secara drastis di panggung internasional.

Driessen secara khusus menyoroti peran kapten Virgil van Dijk dan pelatih Ronald Koeman. Ia menganggap era kejayaan Van Dijk telah berakhir dan sang bek tidak lagi memberikan dampak signifikan bagi pertahanan Belanda. Lebih jauh, ia menilai Koeman gagal total dalam meracik strategi, terutama karena kebijakan rotasi pemain dan perubahan taktik yang dianggap tidak konsisten selama fase gugur Piala Dunia.

Bagi para pengkritik, hasil di Monterrey menjadi bukti bahwa timnas Belanda memerlukan perubahan radikal. Tuntutan agar Ronald Koeman segera mundur dari kursi kepelatihan semakin menguat. Selain itu, muncul desakan agar asosiasi sepak bola Belanda tidak lagi mencoba membujuk Virgil van Dijk untuk terus bermain di level internasional hingga gelaran Euro 2028 mendatang. Proses regenerasi dianggap sebagai satu-satunya jalan bagi De Oranje untuk kembali kompetitif.

Kegagalan ini menandai akhir dari sebuah era bagi timnas Belanda. Publik berharap adanya penyegaran dalam struktur tim, baik dari sisi kepelatihan maupun komposisi pemain inti, guna mengembalikan martabat sepak bola Belanda di kancah dunia setelah performa yang dinilai memalukan di Piala Dunia 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *