Brighton – Klub kasta teratas Liga Inggris, Brighton & Hove Albion FC, dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan bek tengah Leeds United, Pascal Struijk. Proses transfer pemain berdarah Indonesia tersebut dikabarkan menelan biaya sebesar 20 juta poundsterling atau setara dengan Rp400 miliar.

Kabar mengenai kepindahan Struijk mencuat setelah jurnalis sepak bola internasional, Fabrizio Romano, mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui akun media sosial pribadinya pada 28 Juni 2026. Menurut Romano, pihak Brighton telah menerima tawaran resmi dan seluruh dokumen administrasi kini tengah disiapkan untuk meresmikan kepindahan sang pemain dari Leeds United.

Pascal Struijk sendiri masih memiliki kontrak di Leeds United hingga 30 Juni 2027. Sejak bergabung pada Januari 2020 setelah dipromosikan dari tim U-23, pemain berusia 26 tahun tersebut telah menjadi pilar penting di lini pertahanan Leeds. Selama masa baktinya, Struijk mencatatkan total 196 penampilan di berbagai kompetisi, dengan kontribusi 14 gol dan dua assist.

Perjalanan karier profesional Struijk dimulai dari akademi ADO Den Haag U-19 sebelum ia melanjutkan perkembangannya di tim U-19 Ajax. Pada tahun 2018, ia memutuskan untuk berkarier di Inggris dengan bergabung bersama Leeds United. Secara internasional, pemain kelahiran Deurne, Belgia, ini merupakan warga negara Belanda yang pernah memperkuat tim nasional U-17 Belanda pada tahun 2016.

Hingga saat ini, Struijk belum pernah mencatatkan penampilan bersama tim nasional senior mana pun. Kondisi ini membuka peluang baginya untuk membela tim nasional Belgia, Belanda, maupun Indonesia. Status Struijk sebagai pemain keturunan Indonesia sering menjadi sorotan publik, terutama karena ia memiliki darah Indonesia dari kakek pihak ibunya. Selain itu, simbol budaya Indonesia juga terlihat pada tato burung Garuda yang menghiasi kakinya.

Spekulasi mengenai ketertarikan tim nasional Indonesia terhadap Struijk sempat menguat pasca kunjungan asisten pelatih John Herdman, Simon Grayson, ke Leeds United Academy. Meskipun tujuan pasti kunjungan tersebut tidak diungkapkan secara rinci, kehadiran mantan pelatih Leeds United tahun 2012 itu memicu spekulasi di kalangan pengamat sepak bola tanah air. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai potensi naturalisasi Struijk untuk memperkuat skuad Garuda.

Di sisi lain, tim nasional Indonesia tengah fokus pada persiapan menghadapi tantangan internasional lainnya. Fokus saat ini tertuju pada integrasi pemain keturunan baru, yaitu Luke Vickery yang berusia 24 tahun dan Mitchell Baker yang berusia 19 tahun. Kedua pemain muda tersebut diproyeksikan untuk memperkuat lini serang tim nasional, menambah kedalaman skuad dalam menghadapi turnamen-turnamen mendatang. Kehadiran para pemain ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PSSI dalam meningkatkan kualitas kompetitif tim nasional di kancah global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *