Valencia – Pembalap MotoGP Marc Marquez secara resmi mengonfirmasi adanya komunikasi intensif antara pihaknya dengan Honda Racing Corporation (HRC) sebelum ia memutuskan untuk menandatangani perpanjangan kontrak bersama Ducati.

Pertemuan antara juara dunia sembilan kali tersebut dengan pihak Honda berlangsung di sela-sela seri terakhir MotoGP 2025 di Valencia, Spanyol. Menurut laporan yang beredar, pertemuan tersebut diinisiasi oleh manajer tim Honda, Alberto Puig, dan dilakukan secara tertutup di dalam truk operasional tim Honda yang terparkir di dekat area garasi.

Marquez mengakui bahwa pembicaraan tersebut memang terjadi, namun ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat itu adalah mendengarkan proposal dari Ducati. Ia menyatakan tidak ingin terjebak dalam spekulasi perpindahan tim yang tidak pasti.

“Memang ada percakapan informal, tetapi saya sudah sangat jelas bahwa saya ingin mendengarkan tawaran Ducati terlebih dahulu. Seandainya saya merasa bahagia, saya tidak akan ikut-ikutan dalam permainan pindah ke sana atau ke sini. Dengan Ducati, kami duduk bersama dan langsung saling memahami sejak awal,” ujar Marquez.

Keputusan Marquez untuk menemui pihak Honda didorong oleh rasa hormat dan utang budi atas sejarah panjang mereka. Selama 11 musim berkarier bersama pabrikan asal Jepang tersebut, Honda dinilai telah memberikan dukungan signifikan, termasuk saat mengizinkan Marquez mengakhiri kontrak lebih cepat pada 2023 demi menyelamatkan karier balapnya. Dalam pertemuan di Valencia, Honda sempat memaparkan rencana ambisius mereka untuk membangun kembali motor yang kompetitif di masa depan.

Meski mengakui bahwa ide untuk kembali ke Honda terasa sangat romantis dan emosional, Marquez memilih untuk mengedepankan logika profesional dibandingkan sentimen pribadi. Ia menyadari bahwa kariernya di lintasan balap sudah penuh dengan risiko tinggi, sehingga ia harus mengambil keputusan berdasarkan akal sehat.

“Kembali ke Honda pasti akan sangat romantis, dan tentu saja saya sangat menginginkannya. Namun, di lintasan saya sudah cukup mengambil risiko. Terkadang kita harus mempertimbangkan segala sesuatunya dengan akal sehat, bukan dengan hati,” tegas Marquez.

Dengan keputusan tersebut, Marquez resmi memperpanjang masa baktinya bersama Ducati untuk dua musim ke depan, yakni 2027 hingga 2028. Sementara itu, Honda dikabarkan tengah mempersiapkan langkah strategis dengan mengincar Fabio Quartararo sebagai pembalap utama mereka untuk musim depan.

Terkait peta persaingan MotoGP di masa depan, Marquez menyoroti perubahan regulasi teknis yang akan segera diterapkan, termasuk penggunaan mesin 850cc, pembatasan aerodinamika, serta penggunaan ban Pirelli. Meski regulasi baru berpotensi mengubah dominasi pabrikan di lintasan, Marquez memprediksi bahwa Ducati dan Aprilia akan tetap menjadi kekuatan utama yang sulit digoyahkan oleh tim lain.

“Dengan perubahan regulasi, pabrikan tidak bisa lagi menjamin motor terbaik. Namun, saya pikir Ducati akan tetap menjadi patokan, bersama dengan Aprilia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *