Manchester – Manchester United resmi menarik diri dari perburuan gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, pada bursa transfer musim panas 2026. Keputusan ini diambil manajemen Setan Merah menyusul tingginya nilai transfer yang dipatok oleh pihak Newcastle, yang dinilai tidak realistis bagi anggaran klub.
Langkah ini menjadi penanda pergeseran strategi Manchester United dalam membangun skuad untuk musim depan. Setelah memastikan posisi ketiga di klasemen akhir Liga Premier musim 2025-26 dan mengamankan tiket Liga Champions, pelatih Michael Carrick memprioritaskan perombakan lini tengah. Namun, inflasi harga pemain di pasar domestik Inggris memaksa klub untuk meninjau kembali target transfer mereka.
Kesulitan Manchester United mendapatkan pemain di dalam negeri semakin terlihat nyata setelah ketertarikan mereka terhadap gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, juga tidak membuahkan hasil. Anderson dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Manchester City setelah Forest mematok harga fantastis di kisaran Rp2,64 triliun. Angka tersebut mencerminkan tren pasar yang semakin tidak terkendali, di mana klub-klub papan tengah Inggris kini berani membanderol pemain mereka dengan nilai selangit.
Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa Manchester United telah menghentikan negosiasi terkait Tonali. Kondisi finansial yang kuat dari klub-klub Premier League, yang didukung oleh pendapatan hak siar masif, membuat klub pemilik tidak memiliki urgensi untuk menjual aset terbaik mereka. Fenomena ini memaksa klub-klub besar, termasuk Manchester United, untuk mulai melirik pasar di luar Inggris guna mencari talenta dengan harga yang lebih kompetitif.
Sebagai respons terhadap situasi pasar yang memanas, Manchester United kini mengalihkan fokus pengamatan ke Ligue 1 Prancis. Dua pemain muda, Mamadou Sangare dari Lens dan Lamine Camara dari AS Monaco, muncul sebagai kandidat utama untuk mengisi lini tengah Setan Merah. Sangare dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan fisik mumpuni dan agresivitas tinggi dalam melakukan tekanan ke lawan. Sementara itu, Camara menawarkan profil sebagai pengatur serangan yang memiliki visi distribusi bola mumpuni.
Perekrutan pemain dari kompetisi luar Inggris dinilai sebagai langkah strategis bagi Manchester United. Selain mendapatkan profil pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktis Michael Carrick, klub juga dapat menekan pengeluaran transfer secara signifikan dibandingkan jika harus memenuhi tuntutan harga klub-klub Premier League. Keputusan ini menjadi dilema bagi banyak klub besar di Inggris saat ini, yakni memilih antara membayar premi tinggi untuk pemain yang sudah teruji di liga lokal atau mengambil risiko pada pemain berbakat dari liga Eropa lainnya dengan harga yang lebih rasional. Dengan semakin dekatnya pembukaan bursa transfer, Manchester United diperkirakan akan segera meresmikan langkah mereka untuk mendekati target-target alternatif tersebut demi memperkuat kedalaman skuad menghadapi kompetisi musim depan yang semakin ketat.











