Jakarta – Pelita Jaya Jakarta berhasil mengamankan kemenangan tipis 90-87 atas Bogor Hornbills dalam pertandingan pertama final IBL 2026 yang berlangsung sengit di PJ Arena, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026) malam. Meski menang lewat babak tambahan, kedua tim sepakat masih banyak hal yang harus diperbaiki menjelang laga kedua.

Pelatih Pelita Jaya, David Singleton, mengakui timnya belum tampil maksimal meski unggul 1-0 dalam seri best of five tersebut. Ia menyebut kemenangan diraih dengan perjuangan keras karena menghadapi kendala terutama di lini pertahanan. “Ada beberapa penyesuaian yang dilakukan lawan dan kami tidak meresponsnya dengan baik, seperti kesalahan komunikasi dan peran, yang bukan standar pertahanan kami,” ujarnya usai pertandingan.

Menurut Singleton, Bogor Hornbills memberikan tantangan berbeda dibanding lawan-lawan sebelumnya, sehingga Pelita Jaya perlu waktu menyesuaikan ritme dan gaya bermain lawan. Namun, ia memuji mental juang pemain yang mampu bangkit dari ketertinggalan sembilan poin di sisa dua setengah menit kuarter keempat hingga memaksa pertandingan berlanjut ke overtime dan akhirnya memenangkan laga.

Kapten Pelita Jaya, Andakara Prastawa, menegaskan kemenangan tersebut mencerminkan kekuatan mental tim. “Untungnya semua pemain bermental kuat sehingga berhasil mengatasi tekanan di kuarter keempat, menyamakan skor, dan membawa laga ke overtime,” katanya.

Di sisi lain, pelatih Bogor Hornbills, Cesar Camara, menilai kekalahan timnya disebabkan hilangnya fokus pada menit-menit akhir pertandingan. Menurutnya, Hornbills sebenarnya memiliki peluang besar menang setelah unggul sembilan poin menjelang akhir kuarter keempat. “Kami harus menemukan cara lebih baik untuk menutup pertandingan karena kesempatan menang ada sampai menit-menit terakhir,” jelas pelatih asal Spanyol itu.

Camara menambahkan, para pemainnya mampu menjalankan sebagian besar strategi dan bersaing ketat sepanjang laga, namun beberapa keputusan dan eksekusi kurang maksimal di fase penentuan membuat keunggulan hilang. Pemain Hornbills, Muhammad Fhirdan Guntara, juga menyoroti detail kecil di menit akhir sebagai pembeda hasil akhir. “Hal-hal kecil pada menit akhir menjadi pelajaran penting karena lawan mampu menghukum setiap kesalahan kami,” ujarnya.

Kedua tim kini mengalihkan fokus ke pertandingan kedua final yang akan digelar di GMSB pada Ahad (21/6/2026). Pelita Jaya berupaya memperbaiki konsistensi permainan untuk memperbesar keunggulan seri, sementara Bogor Hornbills bertekad membalas kekalahan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *