London – Chelsea secara resmi merilis pernyataan untuk menanggapi unggahan media sosial mereka yang sempat viral karena dianggap mengejek rival sekota, Arsenal, usai kekalahan di final Liga Champions. Unggahan tersebut memicu perdebatan di dunia maya karena dianggap menyindir kegagalan The Gunners meraih trofi bergengsi Eropa tersebut.
Arsenal harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dalam partai final Liga Champions yang berlangsung di Budapest pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Meskipun sempat unggul cepat melalui gol Kai Havertz pada menit keenam, Arsenal gagal mempertahankan dominasi setelah Ousmane Dembele menyamakan kedudukan melalui titik putih di menit ke-65.
Pertandingan yang berakhir imbang hingga masa perpanjangan waktu tersebut memaksa penentuan pemenang melalui babak adu penalti. Dalam drama adu penalti, PSG memastikan gelar juara dengan kemenangan 4-3 setelah Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor kelima karena bola tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang.
Segera setelah hasil pertandingan tersebut, akun media sosial resmi Chelsea mengunggah konten promosi tur stadion di Stamford Bridge. Unggahan tersebut menampilkan foto trofi Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub dengan keterangan bertuliskan ‘Kebanggaan London’. Langkah tersebut memicu reaksi keras karena dianggap sebagai bentuk sindiran terhadap Arsenal yang dua kali mencapai final Liga Champions namun selalu gagal meraih gelar juara.
Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Chelsea akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan lanjutan. Dalam pernyataan tersebut, klub menyampaikan permohonan maaf secara implisit sekaligus memberikan apresiasi kepada pihak Arsenal atas pencapaian mereka musim ini.
“Kita mungkin pantas mendapatkan kartu merah lagi untuk unggahan terakhir itu!” tulis pernyataan resmi klub. “Namun serius, selamat kepada Arsenal atas kemenangan di Liga Inggris dan perjalanan hebat di Liga Champions. Kami berharap dapat melanjutkan pertarungan dengan kalian musim depan.”
Musim 2025/2026 tercatat sebagai periode yang penuh tantangan bagi Chelsea. The Blues mengalami pergantian pelatih sebanyak dua kali, menelan kekalahan di final Piala FA dari Manchester City, serta gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa untuk musim depan. Reaksi media sosial ini sempat dianggap sebagai satu-satunya sorotan positif bagi pendukung Chelsea di tengah performa klub yang mengecewakan.
Harapan baru kini mulai muncul di lingkungan Stamford Bridge seiring dengan penunjukan Xabi Alonso sebagai manajer tetap. Kehadiran mantan gelandang Liverpool tersebut diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Chelsea, termasuk ambisi untuk kembali mendatangkan trofi Liga Champions ke dalam lemari koleksi klub di masa mendatang. Bagi para suporter, transisi kepemimpinan di bawah Alonso menjadi titik balik krusial untuk memperbaiki performa tim di kancah domestik maupun internasional pada musim depan.











