Santa Clara – Tim nasional Turki dan Paraguay berada dalam posisi krusial saat keduanya bertemu pada laga kedua Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Levi’s, Santa Clara, Sabtu (20/6/2026). Pertandingan ini menjadi penentu bagi kedua tim untuk menjaga asa lolos ke fase gugur setelah sama-sama menelan kekalahan pada laga pembuka.
Saat ini, persaingan di Grup D semakin ketat dengan Amerika Serikat dan Australia yang telah mengamankan tiga poin. Kekalahan kedua secara beruntun bagi Turki maupun Paraguay akan membuat posisi mereka di ujung tanduk dan berisiko tersingkir lebih awal dari turnamen.
Turki datang ke Santa Clara dengan misi menebus kekecewaan setelah takluk 0-2 dari Australia. Meskipun tampil dominan dan menciptakan banyak peluang, skuad asuhan Vincenzo Montella gagal mengonversi penguasaan bola menjadi gol. Kiper Turki, Ugurcan Cakir, menyatakan bahwa timnya tetap optimistis menghadapi dua laga tersisa. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah meraih kemenangan atas Paraguay untuk mengamankan tiga poin krusial.
Pelatih Vincenzo Montella berupaya meredam tekanan publik terhadap para pemainnya yang mayoritas merupakan talenta muda. Untuk menjaga stabilitas mental skuad, staf pelatih bahkan mengizinkan keluarga pemain untuk hadir di kamp latihan, sebuah langkah yang diharapkan dapat meredakan ketegangan menjelang laga hidup-mati ini. Harapan Turki kini bertumpu pada kreativitas Arda Guler serta kepemimpinan kapten Hakan Calhanoglu. Selain itu, Kenan Yildiz diprediksi akan kembali masuk ke dalam susunan pemain utama setelah kondisi kebugarannya dinyatakan membaik.
Di sisi lain, Paraguay menghadapi beban berat setelah dihantam Amerika Serikat dengan skor telak 1-4 pada laga perdana. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi tim yang baru kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun. Pertahanan disiplin yang selama ini menjadi ciri khas La Albirroja runtuh di bawah tekanan permainan cepat tuan rumah.
Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut. Ia menegaskan kesiapannya untuk menanggung kritik demi melindungi para pemainnya. Alfaro mengibaratkan duel melawan Turki sebagai laga final yang akan menentukan nasib timnya di turnamen ini. Paraguay masih menggantungkan harapan pada trio pengatur serangan, yakni Miguel Almiron, Julio Enciso, dan Diego Gomez. Ketiga pemain tersebut diharapkan mampu tampil lebih tajam dan memberikan ancaman lebih besar dibandingkan penampilan mereka sebelumnya.
Pertandingan antara Turki dan Paraguay diprediksi akan berlangsung terbuka dengan intensitas tinggi. Kedua kesebelasan menyadari bahwa kemenangan bukan sekadar memperbaiki posisi di klasemen, melainkan langkah mutlak untuk menjaga impian mereka tetap hidup di Piala Dunia 2026. Stadion Levi’s akan menjadi saksi pertaruhan nasib bagi kedua negara, di mana pihak yang kalah harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi lebih cepat dari jadwal.











