London – Jose Mourinho akhirnya buka suara mengenai keputusan manajemen Tottenham Hotspur yang memberhentikannya dari kursi kepelatihan hanya enam hari sebelum laga final Carabao Cup musim 2020/2021. Pemecatan mendadak tersebut menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam karier kepelatihannya.
Dalam wawancara di siniar Beast Mode On pada 25 Juni 2026, pelatih berusia 63 tahun itu mengenang kembali peristiwa tersebut sebagai kejutan besar. Mourinho mengaku sulit memahami logika manajemen klub yang memutus kontraknya sesaat sebelum partai puncak melawan Manchester City di Stadion Wembley.
Mourinho menyoroti pentingnya laga tersebut bagi Tottenham, yang saat itu sudah puasa gelar sejak 2008. Ia menekankan bahwa pemain-pemain kunci seperti Harry Kane, Son Heung-min, dan Hugo Lloris sangat membutuhkan trofi tersebut untuk melengkapi karier mereka di klub. Meskipun pertandingan berlangsung di stadion yang hampir kosong akibat protokol pandemi, Mourinho tetap menganggap final tersebut sangat krusial.
Menurut laporan ESPN, Mourinho ditunjuk menukangi The Lilywhites pada November 2019. Namun, pada April 2021, manajemen memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dan menunjuk Ryan Mason sebagai pelatih sementara. Tottenham akhirnya gagal meraih trofi setelah takluk 0-1 dari Manchester City di partai final.
Ketegangan antara Mourinho dan manajemen klub dipicu oleh perbedaan prioritas. Mourinho mengeklaim bahwa pemilik klub lebih mengutamakan upaya finis di posisi empat besar Premier League demi keuntungan finansial dari Liga Champions, dibandingkan mengejar gelar juara turnamen domestik. Saat itu, Tottenham memang masih tertahan di peringkat ketujuh, terpaut lima poin dari zona kompetisi Eropa.
Mourinho mengungkapkan bahwa ia telah merancang strategi khusus demi memenangkan final Carabao Cup. Ia berniat mengistirahatkan Son Heung-min dalam laga melawan Southampton di Premier League agar sang pemain dalam kondisi prima untuk final. Strategi ini diambil karena Harry Kane saat itu sedang mengalami cedera dan diragukan tampil.
Namun, rencana tersebut ditentang oleh jajaran manajemen klub yang lebih mendesak kemenangan di liga. Mourinho menceritakan bahwa ketika ditanya mengenai persiapan melawan Southampton, ia secara jujur mengatakan akan mencadangkan Son jika Kane tidak bisa bermain, demi menjaga kebugaran sang pemain untuk final.
Mourinho merasa bahwa manajemen melihat keputusannya sebagai sebuah kontradiksi. Ia menilai bahwa bagi pihak klub, final Carabao Cup tidak memiliki nilai urgensi yang sama besarnya dengan target Liga Champions. Sebaliknya, bagi Mourinho dan para pemain, memenangkan trofi adalah tujuan utama yang sangat berarti bagi sejarah klub dan mentalitas skuad. Perbedaan visi inilah yang menurut Mourinho menjadi titik balik yang mengakhiri masa jabatannya di Tottenham Hotspur.











