Washington D.C. – Kontroversi mengenai wasit Herb Dean kembali menjadi sorotan setelah Alex Pereira, mantan juara UFC, menuduh Dean membiarkan pukulan siku ilegal dalam pertarungannya melawan Ciryl Gane di UFC Freedom 250. Tuduhan ini menambah panjang daftar kritik terhadap keputusan wasit veteran yang kerap memicu perdebatan di dunia MMA.

Pereira menilai beberapa pukulan yang dilepaskan Gane seharusnya dianggap ilegal, terutama dalam duel yang berlangsung di lokasi bersejarah Gedung Putih. Selain itu, kontroversi lain terkait keputusan Dean di ajang Meta Apex di Las Vegas dan Baku semakin memperkeruh situasi, bahkan memunculkan petisi yang menuntut pencopotan Dean dari tugasnya sebagai wasit.

Di tengah gelombang kritik tersebut, Big John McCarthy, legenda MMA sekaligus perancang Unified Rules of Mixed Martial Arts, memberikan pembelaan terhadap Herb Dean. Dalam wawancara di sebuah program bincang-bincang, McCarthy menegaskan bahwa sebagian besar pukulan yang dianggap ilegal sebenarnya masih sesuai dengan aturan yang berlaku.

McCarthy menjelaskan bahwa aturan mengenai pukulan pada bagian belakang kepala disusun dengan mempertimbangkan perbedaan standar dan komisi yang ada. Ia menyatakan, “Ketika aturan terpadu disusun, saya membuatnya sejelas mungkin dengan apa yang terjadi pada saat itu terkait dengan bagian belakang kepala.”

Menurut McCarthy, banyak komisi awalnya menggunakan standar tinju untuk menentukan area yang tidak boleh dipukul karena mereka lebih familiar dengan aturan tinju daripada MMA. “Mereka ingin menggunakan ‘headphone’ seperti yang ada di tinju,” ujarnya.

Namun, McCarthy menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak cocok untuk MMA yang memiliki ruang gerak 360 derajat, berbeda dengan tinju yang hanya 180 derajat. “Secara medis, mereka benar, itu adalah bagian belakang kepala. Tapi tinju adalah olahraga 180 derajat… MMA adalah olahraga dengan ruang gerak 360 derajat sehingga definisi area ilegal juga harus disesuaikan,” jelasnya.

Penjelasan McCarthy ini memberikan sudut pandang baru dalam polemik aturan pukulan ilegal di MMA sekaligus menegaskan kompleksitas dalam penerapan regulasi yang adil dan sesuai dengan karakteristik olahraga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *