Boston – Timnas Prancis akan menghadapi perempat final Piala Dunia 2026 melawan Maroko tanpa bisa menghapus kartu kuning yang diterima gelandang serang Michael Olise. Sementara itu, Maroko juga harus bermain tanpa Ismael Saibari yang masih dalam masa pemulihan cedera.
Pertandingan antara Prancis dan Maroko dijadwalkan berlangsung di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Olise mendapat kartu kuning saat Prancis menang tipis 1-0 atas Paraguay di Philadelphia. Kartu tersebut diberikan wasit setelah Olise menarik jersey Matias Galarza hingga pemain Paraguay itu terjatuh pada injury time. Dengan lima assist sepanjang turnamen, Olise menjadi pemain dengan umpan gol terbanyak di Piala Dunia 2026. Namun, kartu kuning ini membuatnya berisiko skorsing jika kembali menerima kartu saat melawan Maroko dan lolos ke semifinal.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menegaskan, “Kartu kuning itu tidak berubah. Kami telah diberi tahu FIFA pagi ini dan keputusan tersebut tetap berlaku.”
Keputusan FIFA mempertahankan hukuman untuk Olise ini berbeda dengan kasus penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Balogun sempat menerima kartu merah saat melawan Bosnia-Herzegovina yang seharusnya berujung skorsing satu pertandingan. Namun, FIFA menangguhkan hukuman tersebut sehingga Balogun tetap bisa bermain melawan Belgia di babak 16 besar. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan mengaku ikut meminta FIFA meninjau keputusan itu.
Selain Olise, dua pemain Prancis lainnya, Bradley Barcola dan Manu Kone, juga menerima kartu kuning saat melawan Paraguay.
Di sisi Maroko, absennya Ismael Saibari menjadi pukulan besar. Saibari tampil gemilang dengan mencetak gol di setiap laga fase grup melawan Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Pemain berusia 25 tahun yang baru bergabung dengan Bayern Muenchen dari PSV Eindhoven ini juga menjadi penentu kemenangan Maroko atas Belanda lewat gol penalti di babak 32 besar.
Namun, Saibari harus ditarik keluar pada menit ke-22 saat Maroko menang 3-0 atas Kanada di babak 16 besar karena cedera hamstring. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengatakan, “Dia belum siap bermain. Namun, saya berharap ini bukan akhir turnamen baginya.”
Kehilangan Saibari menjadi tantangan besar bagi Maroko yang mengandalkan kreativitasnya sebagai motor serangan. Meski demikian, tim Singa Atlas berharap peran Brahim Diaz dan kepemimpinan Achraf Hakimi dapat menjaga peluang mereka menembus semifinal Piala Dunia 2026.











