Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menegaskan dukungannya terhadap pengembangan olahraga petanque di Tanah Air. Hal ini disampaikan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, saat membuka International Invitational Petanque Tournament “Bola Baja Cup” pada Selasa, 7 Juli 2026.

Turnamen internasional tersebut berlangsung di Laboratorium Petanque Cak Hasan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Bastille Day atau Hari Nasional Prancis serta Dies Natalis ke-62 UNESA.

Marciano Norman menyoroti peran olahraga yang kini tidak hanya sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai sarana diplomasi yang mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Ia menyatakan, “Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu mendorong diplomasi serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.”

Selain aspek diplomasi, mantan Kepala BIN ini menilai turnamen tersebut penting untuk pembinaan atlet nasional. Ia menegaskan, semakin banyak kompetisi berkualitas yang digelar, semakin besar peluang Indonesia mencetak atlet petanque kelas dunia. Turnamen ini diikuti oleh peserta dari 10 provinsi serta berbagai tim dari kabupaten dan kota di Jawa Timur, sebagai langkah maju dari PB FOPI dan Pengprov FOPI Jawa Timur.

Marciano juga optimistis kolaborasi antara PB FOPI, UNESA, KONI, dan Pemerintah Prancis akan mempercepat perkembangan olahraga petanque di Indonesia. Ia yakin, dengan dukungan berbagai pihak, petanque akan semakin populer dan atlet Indonesia mampu meraih lebih banyak medali di ajang internasional.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UNESA sekaligus Ketua Pengprov FOPI Jawa Timur, Dwi Cahyo Kartiko, melaporkan perkembangan signifikan olahraga petanque di Indonesia, termasuk prestasi di tingkat internasional. Ia mencontohkan keberhasilan Indonesia pada SEA Games Thailand 2025, di mana 10 atlet petanque yang dikirimkan semuanya berhasil meraih medali, terdiri dari satu emas, dua perak, dan tiga perunggu. “Kami mengirim 10 atlet dan semuanya berhasil meraih medali,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan petanque di Indonesia ke depan, membuka peluang lebih luas bagi atlet nasional untuk berprestasi di kancah internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *