Surabaya – Gelandang anyar Persebaya Surabaya, Diogo Sa Ramalho, mengungkapkan rasa duka mendalam atas tersingkirnya tim nasional Portugal dari Piala Dunia 2026. Dalam sesi Media Day Persebaya di Surabaya pada Rabu (8/7/2026), Ramalho menyoroti kegagalan idolanya, Cristiano Ronaldo, dalam meraih gelar juara dunia yang menjadi target terakhir sang legenda dalam turnamen empat tahunan tersebut.

Portugal harus menghentikan langkah mereka di Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol dalam pertandingan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026). Hasil negatif tersebut tidak hanya menutup peluang Portugal menjadi juara, tetapi juga menjadi momen emosional bagi Ronaldo yang terlihat menangis di lapangan seusai peluit panjang dibunyikan.

Ramalho, yang baru saja bergabung dengan skuad Green Force, mengakui bahwa dirinya merupakan penggemar berat Ronaldo sejak kecil. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena skenario perpisahan Ronaldo dengan Piala Dunia tidak berakhir dengan trofi. Meski demikian, Ramalho tetap menghargai dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan oleh seluruh pemain tim nasional Portugal sepanjang turnamen.

Bagi Ramalho, Ronaldo bukan sekadar atlet, melainkan inspirasi besar. Ia berharap sang kapten bisa mendapatkan akhir yang lebih manis di panggung internasional. Namun, ia tetap merasa bangga karena Portugal telah memberikan penampilan maksimal di lapangan.

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo sendiri memberikan tanggapan terkait masa depannya. Pemain berusia 41 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya merasa terpukul dengan hasil pertandingan melawan Spanyol. Ia mengonfirmasi bahwa ajang Piala Dunia 2026 kemungkinan besar menjadi penampilan terakhirnya di kompetisi tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya belum ingin mengambil keputusan terburu-buru mengenai masa depan kariernya di tim nasional.

Ronaldo memilih untuk menenangkan diri dan menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan pikiran sebelum menetapkan apakah dirinya akan terus bermain atau gantung sepatu dari level internasional.

Dalam pernyataannya, Ronaldo juga merefleksikan kontribusi besarnya bagi sepak bola Portugal selama 23 tahun terakhir. Ia mengingatkan publik bahwa sebelum era kepemimpinannya, Portugal belum pernah meraih gelar juara internasional. Ronaldo merasa bangga dengan keberhasilan memenangkan tiga gelar bagi negaranya, terutama trofi Piala Eropa 2016 yang ia anggap memiliki nilai setara dengan Piala Dunia.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun gagal meraih trofi Piala Dunia, Ronaldo tetap merasa puas dengan warisan yang ia tinggalkan bagi dunia sepak bola Portugal. Sementara itu, bagi Ramalho, kekalahan ini tidak akan mengubah rasa hormatnya terhadap sang legenda yang telah membentuk standar tinggi dalam dunia sepak bola profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *