Amerika Serikat – Gelandang tim nasional Spanyol, Mikel Merino, mengakui sempat mengira foto viral yang memperlihatkan Lionel Messi memandikan Lamine Yamal saat bayi adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Foto tersebut kembali menjadi perbincangan hangat publik sepak bola internasional menjelang laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina.
Pertandingan puncak turnamen empat tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Pertemuan ini menjadi sorotan utama karena mempertemukan dua generasi pesepak bola yang memiliki sejarah unik di luar lapangan hijau.
Foto yang menampilkan megabintang Argentina, Lionel Messi, sedang memandikan Lamine Yamal yang saat itu baru berusia lima bulan merupakan bagian dari kampanye organisasi internasional UNICEF. Momen tersebut diabadikan hampir dua dekade lalu, dan kini keduanya akan saling berhadapan untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Merino mengungkapkan rasa tidak percayanya saat pertama kali melihat foto tersebut. Ia menganggap narasi yang beredar di media sosial sebagai upaya manipulasi digital. Namun, setelah mendapatkan konfirmasi mengenai keaslian foto tersebut, pemain Arsenal ini menyebut peristiwa ini sebagai takdir yang luar biasa dalam dunia sepak bola.
“Sejujurnya itu luar biasa. Saya sempat berpikir itu adalah hasil AI dan tidak nyata. Namun, sangat menarik melihat bagaimana kehidupan berjalan,” ujar Merino seperti dilansir dari media internasional. Menurutnya, momen ini terasa seolah-olah telah diatur oleh skenario besar, namun ia menyadari bahwa ini merupakan salah satu kebetulan yang luar biasa dalam hidup.
Lionel Messi sendiri turut memberikan tanggapan terkait viralnya foto tersebut. Pemain yang kini berusia 39 tahun itu mengaku kagum dengan perjalanan karier Yamal. “Foto itu luar biasa. Saya pernah berfoto dengannya saat dia masih bayi. Sungguh luar biasa kini kami berdua bermain di final Piala Dunia,” tutur Messi.
Di sisi lain, Mikel Merino menegaskan kesiapan skuad Spanyol untuk menghadapi Argentina. Merino, yang telah menunjukkan peran krusial sebagai pemain pengganti dengan mencetak gol kemenangan di babak 16 besar dan perempat final, menyatakan keyakinan penuh terhadap performa tim.
“Saya memiliki keyakinan luar biasa pada diri sendiri dan kemampuan saya. Setiap kali turun ke lapangan, saya yakin bisa memberikan dampak bagi tim. Namun, bagi saya, tidak masalah siapa yang menjadi pahlawan, yang terpenting adalah tim meraih kemenangan,” kata gelandang berusia 30 tahun tersebut.
Pertandingan final ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Spanyol, mengingat kapabilitas Argentina dalam menjaga dominasi di turnamen besar. Meski demikian, atmosfer final yang mempertemukan Messi dan Yamal telah memberikan warna tersendiri bagi sejarah Piala Dunia edisi kali ini, sekaligus menjadi simbol transisi generasi yang menarik perhatian dunia.











