Como – Klub Serie A Italia, Como, mencatatkan sejarah baru dalam perjalanannya di kancah sepak bola Eropa setelah memastikan diri lolos ke Liga Champions musim depan. Keberhasilan ini diraih setelah tim milik Grup Djarum tersebut mengakhiri kompetisi Serie A musim 2025-2026 di peringkat keempat klasemen akhir.

Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah bagi klub berjuluk I Lariani tersebut, yang untuk pertama kalinya akan mencicipi panggung tertinggi antarklub Eropa. Como akan mewakili Italia di Liga Champions bersama tiga tim papan atas lainnya, yakni Inter Milan, Napoli, dan AS Roma. Keberhasilan ini sekaligus mengonfirmasi tren positif klub yang terus menanjak sejak promosi ke kasta tertinggi Liga Italia pada musim 2024-2025, di mana mereka sempat finis di urutan ke-10 pada musim debutnya.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengungkapkan bahwa salah satu kunci utama di balik kesuksesan timnya adalah strategi manajemen dalam menyudahi bursa transfer lebih awal. Dengan merampungkan proses perekrutan pemain sebelum kompetisi dimulai, para pemain baru memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan sistem permainan dan rekan setimnya.

Sebagai bukti efektivitas strategi tersebut, Jacobo Ramon, yang menjadi rekrutan terakhir Como pada bursa transfer musim panas 2025, telah bergabung dengan tim 23 hari sebelum liga domestik bergulir. Fabregas membandingkan kondisi tersebut dengan musim sebelumnya, di mana kedatangan sejumlah pemain kunci seperti Nico Paz, Maximo Perrone, Marc-Oliver Kempf, dan Sergi Roberto terjadi menjelang penutupan jendela transfer.

“Menutup jendela transfer lebih awal sangat membantu kami. Jika pemain datang lebih awal, mereka akan lebih mudah menjadi bagian dari keluarga Como,” ujar mantan gelandang timnas Spanyol tersebut.

Menatap musim 2026-2027, Fabregas menegaskan komitmennya untuk kembali menerapkan formula serupa. Pihak manajemen berencana menambah setidaknya lima pemain baru untuk memperkuat kedalaman skuad. Langkah ini dinilai krusial mengingat Como harus menghadapi jadwal pertandingan yang lebih padat karena partisipasi mereka di tiga kompetisi berbeda.

Fabregas menekankan bahwa persiapan musim panas akan menjadi faktor penentu bagi konsistensi performa tim. Meski mengakui bahwa target transfer utama tidak selalu mudah didapatkan, ia mencontohkan keberhasilan perekrutan bek tengah Diego Carlos pada musim lalu sebagai bukti krusialnya perencanaan yang matang sejak awal.

“Idenya adalah untuk melanjutkan seperti ini. Tahun depan, dengan sesi latihan yang lebih sedikit dan intensitas pertandingan yang lebih banyak, perencanaan akan menjadi jauh lebih penting,” tambah Fabregas.

Sentuhan manajemen profesional di bawah kepemilikan Grup Djarum serta visi taktis dari Fabregas terbukti mampu membawa Como bertransformasi dari tim kasta bawah menjadi kekuatan baru yang disegani di Italia. Publik kini menantikan sejauh mana kiprah I Lariani dalam menghadapi tantangan kompetisi Eropa musim depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *