Enschede – Asosiasi Pemain Kontrak Belanda (VVCS) mengecam keras perlakuan FC Twente terhadap bek keturunan Indonesia, Mees Hilgers. Pembekuan Hilgers dari skuad utama, akibat menolak perpanjangan kontrak, dinilai sebagai bentuk intimidasi.

Hilgers, yang kontraknya masih berlaku hingga 2026, tidak dimainkan dalam enam laga pertama Eredivisie musim 2025-2026. Twente bersikeras akan terus membekukan sang pemain hingga bersedia menandatangani kontrak baru.

Direktur VVCS, Louis Everard, menyebut tindakan Twente sebagai penyalahgunaan kekuasaan. “Klub telah menyalahgunakan kekuasaannya. Fakta bahwa dia tidak akan bermain sampai kontraknya diperbarui diakui secara terbuka. Pada dasarnya ini adalah perundungan,” ujarnya seperti dikutip Voetbal International.

Everard menambahkan bahwa perlakuan Twente tidak sesuai dengan praktik ketenagakerjaan yang baik dan berpotensi melanggar hukum.

Pada bursa transfer musim panas 2025, Hilgers memang berupaya meninggalkan Twente demi perkembangan kariernya. Sempat nyaris bergabung dengan Brest dengan status pinjaman, namun transfer tersebut gagal karena masalah pada tes medis. Upaya kepindahannya ke Go Ahead Eagles pada hari penutupan bursa transfer juga tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober 2025, dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Tiga hari berselang, skuad Garuda akan menjamu Irak. Kehadiran Hilgers sangat diharapkan untuk memperkuat lini belakang timnas. Sebelumnya, ia absen saat Indonesia melawan Taiwan dan Lebanon karena mengurus administrasi transfer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *