Barcelona – Nama Lionel Messi dan Lamine Yamal terus menjadi sorotan publik sepak bola dunia, meski keduanya berasal dari generasi yang berbeda. Keterkaitan antara legenda hidup asal Argentina tersebut dengan bintang muda Barcelona itu tidak hanya sebatas klub yang sama, melainkan melalui berbagai momen kebetulan yang menarik perhatian para penggemar.

Salah satu fakta paling mengejutkan adalah pertemuan keduanya jauh sebelum Yamal dikenal sebagai pemain profesional. Pada tahun 2007, Lionel Messi terlibat dalam sesi pemotretan untuk kalender amal hasil kolaborasi Barcelona dan UNICEF. Dalam momen tersebut, Messi terlihat menggendong dan memandikan bayi Lamine Yamal yang saat itu masih berusia beberapa bulan. Foto ikonik ini kembali viral pada tahun 2024, seiring dengan meroketnya karier Yamal bersama tim utama Barcelona dan tim nasional Spanyol. Banyak pihak menganggap momen tersebut sebagai simbol estafet generasi di klub Catalan itu.

Secara teknis, keduanya memiliki latar belakang yang serupa sebagai lulusan akademi La Masia. Messi mengawali kariernya di La Masia sejak usia 13 tahun setelah tiba dari Argentina, sementara Yamal telah meniti karier di akademi tersebut sejak masa kanak-kanak. Kesamaan jalur pendidikan sepak bola ini membuat Yamal sering dianggap sebagai penerus tradisi dan gaya permainan yang pernah dibangun Messi selama bertahun-tahun di Barcelona.

Kaitan antara keduanya semakin kuat setelah Lamine Yamal dipastikan akan mengenakan nomor punggung 10 mulai musim 2025/2026. Nomor tersebut memiliki nilai historis yang sangat tinggi, mengingat Messi adalah pemilik nomor tersebut selama masa keemasannya di klub. Penggunaan angka 10 oleh Yamal dipandang sebagai tanggung jawab besar, yang melambangkan kreativitas serta kepemimpinan di lapangan hijau.

Dari sisi gaya bermain, pengamat dan penggemar sering membandingkan keduanya karena kemiripan atribut. Baik Messi maupun Yamal merupakan penyerang yang dominan menggunakan kaki kiri, memiliki kemampuan dribel yang mumpuni, serta sering beroperasi dari sisi kanan lapangan untuk menusuk ke pertahanan lawan. Karakteristik permainan ini membuat Yamal sering disebut-sebut memiliki kemiripan dengan sosok Messi di awal masa kariernya.

Pengakuan terhadap potensi Yamal bahkan datang langsung dari sang legenda. Dalam sebuah wawancara dengan Simplemente Futbol, Messi secara terbuka memuji pencapaian Yamal yang telah menjuarai Piala Eropa bersama Spanyol di usia 17 tahun. Messi menyatakan kekagumannya terhadap perkembangan Yamal dan meyakini bahwa talenta muda tersebut akan terus berkontribusi besar bagi dunia sepak bola di masa depan. Dukungan dari peraih delapan gelar Ballon d’Or ini menjadi dorongan moral yang signifikan bagi Yamal dalam menapaki karier profesionalnya yang masih sangat panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *