Los Angeles – Tim nasional Spanyol memastikan langkah mereka menuju babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Belgia dengan skor tipis 2-1 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa La Furia Roja semakin dekat dengan trofi juara, sekaligus menghentikan ambisi Belgia di babak perempat final.
Winger muda berbakat, Lamine Yamal, menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut. Meskipun tidak mencatatkan namanya di papan skor, pemain berusia 18 tahun itu dinobatkan sebagai Player of the Match berkat performa dominannya di lapangan. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan individu Yamal dalam situasi satu lawan satu terbukti menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Belgia sepanjang laga berlangsung.
Kontribusi Yamal diakui menjadi faktor kunci yang memungkinkan Spanyol untuk mengendalikan ritme dan tempo pertandingan. Pelatih Spanyol sebelumnya telah memprediksi bahwa pergerakan Yamal akan membuat tim lawan mengalami kesulitan besar dalam mengorganisasi pertahanan. Strategi ini terbukti efektif saat Spanyol mampu memecah kebuntuan melalui gol Fabian Ruiz pada menit ke-30.
Belgia sempat memberikan perlawanan sengit dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Charles De Ketelaere. Namun, ketenangan pemain Spanyol di menit-menit akhir pertandingan membuahkan hasil manis. Mikel Merino muncul sebagai pahlawan kemenangan melalui gol penentu yang memastikan Spanyol melaju ke babak empat besar.
Selain keberhasilan tim, pertandingan kontra Belgia ini mencatatkan rekor personal bagi Lamine Yamal. Ini merupakan penampilan keenam Yamal di Piala Dunia 2026. Catatan tersebut menjadikan Yamal sebagai pemain berusia 18 tahun atau lebih muda dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah pagelaran turnamen empat tahunan tersebut. Pencapaian ini sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di panggung sepak bola dunia saat ini.
Keberhasilan Spanyol melangkah ke semifinal menempatkan mereka dalam posisi yang menantang. Tim asuhan Luis de la Fuente tersebut dijadwalkan akan berhadapan dengan Prancis dalam laga perebutan tiket menuju partai final. Duel melawan Prancis diprediksi akan menjadi ujian berat bagi skuad Spanyol, mengingat kualitas materi pemain yang dimiliki oleh lawan.
Sebelumnya, Yamal juga telah menerima pujian dari pelatihnya atas konsistensi performa yang ditunjukkan sejak fase grup. Kondisi fisik dan mental yang prima membuat Yamal dipercaya akan kembali menjadi tumpuan serangan Spanyol saat menghadapi Prancis nanti. Kemenangan atas Belgia ini bukan hanya sekadar hasil positif, melainkan bukti kematangan tim muda Spanyol dalam menghadapi tekanan di kompetisi level tertinggi. Seluruh mata kini tertuju pada laga semifinal mendatang, di mana Spanyol berupaya mempertahankan dominasi mereka demi mengamankan tempat di partai puncak Piala Dunia 2026.











