Surabaya – Dunia sepak bola Indonesia dan gerakan aktivisme buruh tengah berduka. Salah satu tokoh berpengaruh sekaligus pentolan suporter Persebaya Surabaya, Andi Kristiantono, atau yang akrab disapa Andie Peci, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026). Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Soewandi, Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 11.20 WIB.
Kabar duka tersebut disampaikan secara resmi melalui rilis yang mengonfirmasi bahwa almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis. Kepergian Andie Peci menyisakan duka mendalam bagi kalangan suporter Green Force serta rekan-rekan seperjuangannya di organisasi buruh.
Andie Peci dikenal luas sebagai sosok sentral dalam perjuangan eksistensi Persebaya Surabaya pada periode krusial tahun 2010 hingga 2017. Kala itu, klub berjuluk Bajul Ijo tersebut sempat mengalami dualisme kepengurusan dan tidak diakui oleh federasi sepak bola nasional, PSSI. Andie menjadi salah satu motor penggerak massa suporter Bonek dalam menuntut hak dan pengakuan bagi klub kebanggaan warga Surabaya tersebut hingga akhirnya Persebaya berhasil kembali berkompetisi di kancah sepak bola nasional.
Selain kiprahnya di dunia sepak bola, Andie Peci merupakan figur yang dikenal aktif dalam gerakan buruh. Ia tercatat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Perjuangannya dalam membela hak-hak buruh dan advokasi sosial membuat namanya dikenal melampaui batas-batas tribun stadion.
Manajemen Persebaya Surabaya secara resmi menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya sang tokoh. Dalam pernyataan resminya, pihak klub menyebut Andie Peci sebagai pahlawan dari tribun yang keberanian serta orasinya menjadi energi utama bagi kebangkitan Persebaya. Pihak manajemen menyatakan bahwa nama almarhum akan terus abadi dan dikenang oleh seluruh keluarga besar Green Force.
Pihak KASBI juga menyatakan duka cita yang mendalam atas kehilangan kawan seperjuangan tersebut. Mereka mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.
Sepanjang kariernya sebagai aktivis, Andie Peci dikenal sebagai sosok yang vokal dan konsisten dalam menyuarakan aspirasi, baik di dunia olahraga maupun isu ketenagakerjaan. Keberaniannya dalam memobilisasi massa suporter Bonek melalui aksi-aksi damai dan terorganisir menjadi catatan sejarah tersendiri dalam perkembangan kultur suporter di Indonesia.
Kepergian Andie Peci meninggalkan warisan perjuangan yang signifikan, terutama bagi suporter Persebaya. Banyak pihak menilai bahwa kontribusi almarhum dalam menyelamatkan Persebaya dari keterpurukan merupakan salah satu babak penting dalam sejarah sepak bola Surabaya. Hingga saat ini, ucapan duka cita terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, suporter, dan rekan aktivis yang merasa kehilangan sosok pejuang yang teguh pada pendiriannya.




