Boston – Prancis memastikan langkah mereka ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Maroko dengan skor meyakinkan dalam laga perempat final yang berlangsung di Boston Stadium, Jumat (10/7) subuh WIB. Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, menjadi aktor utama kemenangan tersebut setelah bangkit dari kegagalan eksekusi penalti pada babak pertama.

Pertandingan sempat berjalan alot bagi kubu Les Bleus. Pada menit ke-25, Prancis mendapatkan peluang emas melalui titik putih, namun Kylian Mbappe gagal menjalankan tugasnya. Tendangan penalti bintang Real Madrid tersebut berhasil dimentahkan oleh penjaga gawang Maroko, Yassine ‘Bono’ Bounou. Sepanjang babak pertama, Bono tampil impresif dengan melakukan sedikitnya empat hingga lima penyelamatan krusial yang menjaga gawang Maroko tetap perawan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, determinasi Mbappe meningkat drastis. Ia berhasil membayar lunas kegagalannya dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-60. Gol tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Mbappe, yakni gol ke-20 sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia yang dicetak tepat pada penampilannya yang ke-20 di turnamen empat tahunan tersebut. Torehan ini sekaligus menggenapkan koleksi golnya menjadi delapan gol sepanjang Piala Dunia 2026.

Keunggulan Prancis bertambah enam menit berselang. Mbappe berperan sebagai kreator dengan memberikan assist kepada Ousmane Dembele pada menit ke-66. Gol tersebut menjadi gol kelima Dembele di turnamen ini, sekaligus mengunci dominasi Prancis atas Maroko hingga peluit panjang dibunyikan. Efektivitas lini depan Prancis yang dipimpin Mbappe dan Dembele terbukti terlalu tangguh bagi pertahanan Maroko yang sejak awal laga bermain disiplin.

Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengakui ketangguhan lawan pasca pertandingan. Meski merasa kecewa dengan hasil akhir yang memupus harapan timnya, ia menegaskan bahwa skuadnya telah memberikan kemampuan maksimal di lapangan. Ia menyebut Prancis sebagai lawan yang sangat sulit untuk ditaklukkan dan menyatakan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi untuk proyeksi masa depan sepak bola Maroko.

Dengan hasil ini, Prancis berhak melaju ke babak semifinal dan akan menantang pemenang antara Spanyol atau Belgia. Keberhasilan Prancis menembus fase empat besar ini menjadi bukti konsistensi mereka di turnamen yang diselenggarakan di Amerika Utara tersebut. Sementara itu, bagi Maroko, kekalahan ini mengakhiri perjalanan inspiratif mereka di Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, federasi sepak bola Prancis sebelumnya sempat menempuh jalur hukum terkait status Michael Olise, namun banding yang diajukan ke FIFA ditolak. Meski tanpa kehadiran Olise, kedalaman skuad asuhan pelatih Prancis tetap menjadi sorotan utama bagi tim-tim lain yang masih bertahan di turnamen. Fokus kini beralih pada babak semifinal yang diprediksi akan menyajikan duel sengit antara negara-negara elit Eropa. Hingga saat ini, bagan turnamen mulai mengerucut pada skenario besar yang mempertemukan negara-negara unggulan di babak empat besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *