Jakarta – Spanyol menatap laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Belgia dengan kepercayaan diri tinggi berbekal dominasi sejarah pertemuan kedua tim. Pertandingan krusial yang akan menentukan tiket ke babak semifinal ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/7/2026) pukul 02.00 WIB. Sepanjang sejarah rivalitas yang terentang lebih dari satu abad, La Roja mencatatkan keunggulan signifikan atas Setan Merah.

Data statistik menunjukkan bahwa sejak pertemuan perdana pada 1921, kedua raksasa sepak bola Eropa ini telah berhadapan sebanyak 22 kali di berbagai ajang internasional. Spanyol sukses mengamankan 12 kemenangan, sementara Belgia hanya mampu mencatatkan lima kemenangan, dengan lima pertandingan sisanya berakhir imbang. Dominasi Spanyol semakin nyata di era modern, di mana mereka berhasil memenangkan lima pertemuan terakhir di abad ke-21 dengan catatan agregat gol 13-1.

Dalam pertemuan terakhir pada laga persahabatan 2016 di Stadion King Baudouin, Brussel, Spanyol menundukkan Belgia 2-0 melalui dwigol David Silva. Hasil tersebut mempertegas tren positif Spanyol yang memenangkan tujuh dari delapan pertemuan terakhir melawan Belgia. Catatan kelam bagi Belgia juga mencakup kekalahan telak 0-5 saat mereka bersua Spanyol pada tahun 2009.

Di panggung Piala Dunia, duel kali ini merupakan pertemuan ketiga antara kedua negara. Sejarah mencatat pertemuan pertama terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Kala itu, Belgia berhasil melaju ke semifinal melalui drama adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Kiper legendaris Belgia, Jean-Marie Pfaff, menjadi sosok kunci yang menggagalkan eksekusi penalti pemain Spanyol, Eloy.

Empat tahun berselang, tepatnya pada Piala Dunia 1990 di Italia, Spanyol berhasil melakukan revans dengan mengalahkan Belgia 2-1 di fase grup. Gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Alberto Gorriz, yang sekaligus mengantarkan tim Matador keluar sebagai juara grup, meski kedua tim akhirnya terhenti di babak 16 besar.

Menjelang laga perempat final 2026, performa Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente terbilang impresif. Mereka mencatatkan empat kemenangan beruntun setelah laga pembuka melawan Tanjung Verde. Pertahanan Spanyol pun menjadi sorotan positif karena belum pernah kebobolan sepanjang turnamen berlangsung.

Di sisi lain, Belgia menunjukkan performa yang kurang konsisten di fase sebelumnya dengan hanya meraih dua kemenangan dalam waktu normal. Namun, skuad Setan Merah dinilai telah menemukan ritme permainan terbaik mereka di waktu yang tepat untuk menantang pertahanan solid Spanyol. Pemenang dari laga ini sudah ditunggu oleh Prancis di babak semifinal, setelah Prancis memastikan diri lolos usai menumbangkan Maroko dengan skor 2-0. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi lini belakang Spanyol sekaligus pembuktian kualitas teknis Belgia di turnamen bergengsi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *