Milan – AC Milan secara resmi menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala baru untuk menyongsong musim kompetisi 2026-2027. Kesepakatan ini diumumkan manajemen Rossoneri pada Selasa (16/6/2026), mengakhiri spekulasi mengenai suksesor kursi kepelatihan di San Siro.
Pelatih asal Portugal berusia 41 tahun tersebut telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan untuk tahun ketiga. Keputusan ini diambil setelah manajemen klub melakukan manuver cepat dalam sepekan terakhir untuk mengamankan tanda tangan mantan juru taktik Manchester United dan Sporting CP tersebut. Amorim dilaporkan menerima kompensasi sebesar 4 juta euro atau setara dengan Rp82,4 miliar per musim.
Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, menyatakan optimisme tinggi atas kedatangan Amorim. Menurut Cardinale, penunjukan ini merupakan bagian dari upaya klub untuk beralih ke gaya permainan yang lebih proaktif dan ofensif, meninggalkan pendekatan pragmatis yang dinilai gagal membawa tim mencapai target Liga Champions di musim-musim sebelumnya.
Cardinale mengungkapkan bahwa manajemen sebenarnya telah memantau perkembangan karier Amorim selama bertahun-tahun. Ia menilai pelatih tersebut sebagai salah satu sosok paling inovatif dari generasi baru pelatih Eropa.
“Kami telah memantau Rúben selama bertahun-tahun. Masa baktinya di Sporting sangat mengesankan serta mencerminkan gaya permainan yang kami cari,” ujar Cardinale dalam pernyataan resmi klub.
Lebih lanjut, Cardinale menjelaskan bahwa filosofi sepak bola yang dibawa Amorim, yang mencakup dominasi penguasaan bola, sistem pressing modern, dan transisi cepat, sangat selaras dengan visi jangka panjang RedBird sebagai konsorsium pemilik AC Milan. Kemampuan Amorim dalam mengembangkan pemain muda dan membangun struktur organisasi tim yang kokoh menjadi nilai tambah utama di mata manajemen.
Bagi Ruben Amorim, melatih AC Milan merupakan salah satu ambisi besar dalam karier kepelatihannya. Ia menyadari sepenuhnya beban sejarah, prestise, serta ekspektasi besar dari basis penggemar Rossoneri di seluruh dunia.
“Saya tahu persis arti klub ini. Ini adalah tantangan yang saya terima dengan bangga dan antusias, dengan kesadaran penuh akan apa yang diwakili oleh warna-warna ini,” ungkap Amorim.
Amorim sendiri kembali ke dunia kepelatihan setelah sempat vakum pasca pemecatannya dari Manchester United pada Januari lalu. Meski gagal mempersembahkan trofi selama 13 bulan masa baktinya di Old Trafford, rekam jejak Amorim di Sporting CP tetap menjadi daya tarik utama bagi AC Milan. Kehadiran Amorim diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi performa I Diavolo Rosso di kancah domestik maupun kompetisi Eropa dalam beberapa tahun ke depan. Kedatangannya di San Siro menandai dimulainya babak baru bagi filosofi taktik AC Milan yang lebih modern dan dinamis.










