Milan – AC Milan menuai kritik tajam menyusul penutupan bursa transfer musim panas pada Senin (1/9/2025). Manajemen I Rossoneri dinilai gagal memberikan kedalaman skuad yang memadai bagi pelatih Massimiliano Allegri, terutama pada sektor lini belakang dan lini depan yang masih menyisakan banyak lubang.
Kinerja manajemen AC Milan di bursa transfer kali ini tergolong timpang. Di lini tengah, klub sukses mendatangkan pemain berkualitas seperti Luka Modric dan Adrien Rabiot untuk menambal kepergian Tijjani Reijnders. Kehadiran Rabiot diprediksi menjadi kunci karena sang pemain memiliki riwayat kerja sama yang panjang dengan Allegri saat masih di Juventus. Selain itu, perekrutan Samuele Ricci dan Ardon Jashari memberikan variasi pilihan yang mewah bagi sang pelatih di sektor gelandang.
Namun, kondisi kontras terjadi pada lini depan. AC Milan gagal mendatangkan penyerang tengah murni sebagai pendamping atau pengganti Santiago Gimenez yang kapasitasnya masih diragukan. Direktur Teknik Igli Tare gagal merealisasikan perekrutan Rasmus Hojlund maupun kesepakatan pertukaran Gimenez dengan Artem Dovbyk. Situasi semakin memburuk setelah kegagalan transfer Victor Boniface, di mana Milan membatalkan kesepakatan di menit akhir karena keraguan terhadap kondisi fisik sang pemain.
Kehadiran Christopher Nkunku menjelang penutupan bursa transfer tidak banyak membantu kebutuhan akan predator kotak penalti, mengingat Nkunku bukanlah pemain bertipe nomor 9 murni. Akibatnya, Allegri kini terpaksa mengarungi musim dengan Gimenez sebagai satu-satunya penyerang tengah yang tersedia di skuad.
Masalah serupa juga menghantui lini pertahanan. Kebutuhan akan bek berpengalaman menjadi krusial setelah performa rapuh yang ditunjukkan saat Milan takluk 1-2 dari Cremonese pada pekan perdana Liga Italia. Krisis di sektor ini dipicu oleh kebijakan klub melepas banyak pemain belakang, termasuk Davide Calabria, Alessandro Florenzi, Theo Hernandez, Emerson Royal, Malick Thiaw, hingga Kyle Walker.
Meskipun sempat dikaitkan dengan nama-nama besar seperti Joe Gomez dan Manuel Akanji, manajemen hanya mendatangkan Koni De Winter, Zachary Athekame, dan David Odogu. Ketiga pemain tersebut dinilai masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman untuk langsung menjadi starter. Dengan rata-rata usia lini belakang yang hanya mencapai 23 tahun, pertahanan AC Milan kini menjadi sektor paling hijau dibandingkan lini lainnya.
Massimiliano Allegri sendiri telah menekankan pentingnya pertahanan yang solid untuk mencapai target lolos ke Liga Champions musim depan. Dalam pernyataan sebelumnya, Allegri menegaskan bahwa statistik menunjukkan tim yang tidak memiliki pertahanan terbaik cenderung sulit menembus posisi empat besar. Dengan catatan dua gol yang bersarang ke gawang Milan dalam dua pertandingan awal, kekhawatiran akan ketidakmampuan tim bersaing di papan atas semakin nyata. Minimnya langkah konkret di bursa transfer dinilai berisiko memperkecil peluang AC Milan untuk mencapai target kompetisi Eropa musim depan.











