Milan – Ruben Amorim resmi memulai kiprahnya sebagai pelatih kepala AC Milan di pusat pelatihan Milanello pada Senin (13/7/2026). Penunjukan mantan juru taktik Sporting CP dan Manchester United ini dilakukan manajemen klub menyusul kegagalan Rossoneri menembus kualifikasi Liga Champions musim 2026-2027 serta berakhirnya era Massimiliano Allegri. Amorim diikat dengan kontrak jangka panjang yang akan mengikatnya hingga 30 Juni 2028.

Dalam sesi latihan perdana, pelatih berusia 41 tahun tersebut langsung menegaskan filosofi kepemimpinannya di hadapan para pemain yang telah hadir. Amorim menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan dukungan penuh terhadap integritas skuat. Ia secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menjadi pembela bagi pemain di ruang ganti selama mereka berada di posisi yang benar, sembari meminta bantuan para pemain untuk beradaptasi dengan lingkungan staf kepelatihan yang baru.

Sesi latihan awal ini melibatkan 26 pemain yang masuk dalam daftar pramusim. Skuad tersebut didominasi oleh pemain senior yang tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, di antaranya Zachary Athekame, Davide Bartesaghi, Matteo Gabbia, Strahinja Pavlovic, Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, Ruben Loftus-Cheek, dan Samuele Ricci. Selain itu, bek anyar Mario Gila juga telah bergabung dalam latihan. Sementara itu, striker baru Goncalo Ramos sempat terlihat di Milanello meski masih mendapatkan waktu libur tambahan pasca-Piala Dunia.

Ruben Amorim juga memberikan kesempatan kepada talenta muda dalam sesi latihan ini, termasuk memasukkan nama Andrej Kostic ke dalam skuat utama. Kostic, penyerang berusia 19 tahun asal Montenegro, awalnya diproyeksikan untuk memperkuat Milan Futuro di Serie D. Namun, Amorim memutuskan untuk memantau langsung potensi pemain yang didatangkan dari Partizan tersebut. Kostic sendiri tercatat sebagai salah satu pemain U-21 dengan rasio gol dan assist paling impresif di liga-liga top dunia musim lalu, yakni 12 gol dari 42 penampilan. Kepercayaan Amorim langsung dibayar tuntas oleh Kostic yang berhasil mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pertama di era baru AC Milan ini.

Dalam aspek taktis, Amorim mulai menerapkan skema permainan yang menjadi ciri khasnya, yakni formasi tiga bek. Sesi latihan perdana tersebut difokuskan pada penerapan pola 3-4-2-1. Dalam simulasi pertandingan ringan, Amorim membagi skuat ke dalam dua tim dengan menempatkan Andrej Kostic dan Francesco Camarda sebagai ujung tombak utama. Langkah ini menunjukkan sinyal kuat bahwa Amorim akan melakukan perombakan sistematis di AC Milan, baik dari sisi kedalaman skuat melalui integrasi pemain muda maupun transformasi taktik di lapangan demi mengembalikan performa kompetitif klub di musim mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *