Kuala Lumpur – Pelatih Timnas Malaysia, Peter Cklamovski, menyampaikan permohonan maaf kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait komentarnya mengenai sanksi FIFA yang tengah berlangsung.
Cklamovski menyadari bahwa ucapannya tersebut dianggap tidak sopan oleh banyak pihak, meskipun ia menegaskan bahwa hal itu bukanlah niatnya.
Komentar Cklamovski terkait dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi muncul menjelang pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Laos di Stadion Nasional Bukit Jalil.
Pelatih asal Australia itu menekankan bahwa fokusnya hanya pada sepak bola, bukan pada masalah administratif yang mengganggu persiapan tim nasional dalam beberapa pekan terakhir.
Mengutip New Straits Times, Cklamovski dianggap memicu polemik setelah mengomentari skorsing 12 bulan yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain naturalisasi akibat dugaan pemalsuan dokumen.
“Semua kekacauan yang terjadi dengan FIFA, kesalahan administratif atau apa pun yang terjadi di sana, itu urusan FAM,” ujarnya dalam konferensi pers.
Setelah pernyataannya menuai reaksi, Cklamovski segera meminta maaf kepada FAM.
“Jika orang-orang merasa saya tidak menghormati FAM, saya minta maaf. Tapi itu bukan niat saya,” katanya.
“Sebenarnya, saya tidak mengatakan hal yang berbeda dari apa yang mereka katakan sendiri. FAM merilis pernyataan tentang kesalahan administratif, dan saya hanya merujuk pada hal itu. Saya tidak ada hubungannya dengan itu,” imbuhnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu menegaskan bahwa timnya saat ini berusaha mengabaikan “kebisingan” agar tetap fokus pada pertandingan.
“Sederhananya, kami tidak bisa, dan di skuad kami tidak fokus pada hal lain. Itu tidak ada hubungannya dengan tim nasional,” tegasnya.
“Kami sedang membangun sesuatu yang istimewa. Saya melihatnya di mata, hati, dan pikiran para pemain. Kami bertekad, disiplin, dan fokus untuk mengharumkan nama bangsa.”
Cklamovski juga memberikan apresiasi kepada Tunku Ismail Sultan Ibrahim (TMJ), yang disebutnya sebagai tulang punggung kemajuan sepak bola Malaysia.
“Jika Tunku Ismail tidak ada di sini, sepak bola Malaysia sudah tamat sejak lama,” kata Cklamovski.
Ia mengapresiasi peran TMJ yang dianggap berjasa dalam pembangunan sepak bola di Malaysia.
“Lihatlah fasilitasnya, profesionalismenya, keyakinannya — itulah yang ia bangun untuk kita. Tanpa Tunku Ismail, seperti apa sepak bola Malaysia nantinya?” sambungnya.
Meskipun ada gangguan di luar lapangan, Cklamovski mengajak masyarakat Malaysia untuk bersatu mendukung tim nasional.
“Saya di sini bukan untuk diri saya sendiri, saya di sini untuk negara. Jika orang-orang tidak menyukai saya, tidak apa-apa. Saya akan terus melakukan pekerjaan saya, untuk maju dan membuat kemajuan di negara ini.”
“Yang penting sekarang adalah mendukung para pemain, karena mereka melakukan sesuatu yang istimewa untuk Malaysia,” pungkasnya.











