Jakarta – Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, menyoroti perbedaan signifikan antara kompetisi Super League (Liga Indonesia) dengan liga-liga top Eropa. Menurutnya, liga Indonesia masih kurang terstruktur dalam hal permainan.

Haye, yang baru bergabung dengan Persib Bandung, mengungkapkan pengalamannya itu dalam sebuah podcast berjudul “The Haye Way”. Ia menyebut, meski kurang terstruktur, pemain di Super League memiliki semangat juang tinggi.

“Itu benar-benar berbeda dari Eropa, tentu saja iklimnya sangat berbeda,” ujar Haye. “Saya pikir di Indonesia masih kurang terstruktur dalam cara bermain. Tapi di sisi lain, semua orang bersedia untuk memenuhi setiap permainan dan bekerja keras.”

Pemain berusia 30 tahun itu menambahkan, setiap pemain harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk sukses di Liga Indonesia. “Jika kamu memiliki pola pikir ‘Oh, saya datang ke Indonesia, saya akan bermain di 50 persen’, kamu tidak akan berperan karena itu adalah permainan yang benar-benar berbeda,” tegasnya.

Selain struktur permainan, Haye juga menyoroti efektivitas waktu bermain di Super League yang lebih pendek dibandingkan liga-liga Eropa. Ia memperkirakan waktu efektif pertandingan di Indonesia hanya berkisar 40-45 menit.

“Saya pikir juga ada lebih banyak emosi yang terlibat di atas maupun pinggir lapangan,” kata Haye. “Ya, banyak hal yang terjadi di lapangan, saya pikir rata-rata waktu permainan jauh lebih sedikit di sini daripada di tempat lain di dunia.”

Haye mencontohkan pertandingan Persib melawan Persita, di mana waktu efektif bermain hanya 40-45 menit. Bandingkan dengan Liga Belanda, di mana waktu efektif bisa mencapai 60-65 menit.

“Jadi banyak menit di mana kamu bisa bermain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *