Depok – Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dengan program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang. Ia menilai, prestasi di kancah internasional tidak bisa dicapai hanya dengan persiapan singkat.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat membuka Rapat Kerja Nasional Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) 2026 di Aula Prakasa Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (29/6/2026).
Erick memberikan apresiasi atas pencapaian cabang olahraga judo pada SEA Games 2025 di Thailand. Para judoka Indonesia berhasil meraih empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu, yang berkontribusi besar bagi kontingen Merah Putih untuk finis di posisi kedua klasemen akhir.
“Target kita saat itu peringkat tiga. Alhamdulillah, setelah 32 tahun tidak menjadi tuan rumah, Indonesia mampu finis di posisi kedua. Judo memberikan kontribusi yang luar biasa,” ujar Erick.
Menteri berharap prestasi tersebut dapat ditingkatkan pada SEA Games 2027 di Malaysia. Ia mengingatkan bahwa persaingan akan semakin ketat karena Malaysia sebagai tuan rumah berambisi menjadi juara umum, sementara Indonesia harus bersaing dengan Thailand, Vietnam, dan Filipina yang terus berkembang dalam prestasi olahraga.
“Semoga judo bisa menyumbang lebih banyak medali lagi. Karena itu, Pelatnas tidak bisa hanya bersifat jangka pendek, tetapi harus dirancang dalam jangka panjang,” tambah Erick.
Erick menegaskan bahwa proses pembentukan atlet berprestasi membutuhkan waktu bertahun-tahun. Oleh sebab itu, pembinaan harus dilakukan secara konsisten dan terarah agar hasil yang diharapkan dapat tercapai.











