Jakarta Selatan – Bogor Hornbills berhasil menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Tim asal Bogor ini memastikan gelar juara pertamanya setelah menaklukkan Pelita Jaya Jakarta dengan skor tipis 64-61 pada gim kelima final yang berlangsung di PJ Arena, Ahad (28/6/2026) malam. Kemenangan ini sekaligus menutup seri final best-of-five dengan keunggulan 3-2 bagi Hornbills.
Keberhasilan Bogor Hornbills menjadi pencapaian terbesar sejak mereka bergabung di IBL pada 2022. Setelah sempat tertinggal dalam seri final, Hornbills bangkit dengan memenangkan gim kedua, keempat, dan penentuan kelima. Sementara Pelita Jaya hanya mampu merebut gim pertama dan ketiga.
Pertandingan penentuan berlangsung sengit sejak kuarter pertama. Kedua tim saling bertukar serangan, namun Hornbills tampil lebih tenang dalam memanfaatkan peluang. Permainan efektif di area paint dan akurasi tembakan membuat Hornbills unggul jauh 24-11 di akhir kuarter pertama.
Dominasi Bogor Hornbills berlanjut di kuarter kedua. Kombinasi pemain seperti Travin Thibodeaux, Kaleb Wesson, dan David Nuban membuat pertahanan Pelita Jaya kewalahan. Beberapa tembakan tiga angka yang berhasil dilepaskan memperlebar jarak menjadi 45-31 saat turun minum.
Pelita Jaya berusaha bangkit setelah jeda dengan strategi man-to-man full court press yang diterapkan pelatih David Singleton. Kehadiran Jeff Withey juga memperkuat pertahanan tuan rumah sehingga Hornbills kesulitan menembus area paint. Meski demikian, Hornbills masih memimpin 53-46 di akhir kuarter ketiga.
Kuarter terakhir menjadi penentu kemenangan. Pelita Jaya terus menekan dan memperkecil selisih skor. Namun, pelatih Cesar Camara merespons dengan memasukkan kembali David Nuban dan Stephaun Branch untuk mengembalikan keseimbangan permainan. Dalam enam menit terakhir, Hornbills mampu mempertahankan keunggulan 57-54 dan akhirnya mengunci kemenangan dramatis 64-61.
Travin Thibodeaux tampil sebagai pembeda dalam pertandingan ini. Power forward asal Amerika Serikat itu mencatat double-double dengan 22 poin dan 11 rebound, serta menyumbang sembilan assist, hanya terpaut satu assist dari triple-double. Di kubu Pelita Jaya, Perrin Buford juga menunjukkan performa impresif dengan 18 poin, 11 rebound, dan sembilan assist, namun belum cukup untuk menghindarkan timnya dari kekalahan.
Atas konsistensinya selama seri final, Thibodeaux dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Finals IBL 2026. Ia mengakui penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu menjaga kekompakan dan tidak menyerah menghadapi tekanan sepanjang playoff. Menurutnya, keberhasilan Hornbills adalah buah dari permainan kolektif, bukan hanya kontribusi individu.
Pelatih Cesar Camara menyatakan gelar juara ini merupakan hasil perubahan budaya kerja yang dibangun sejak awal musim. Camara, yang juga meraih penghargaan Coach of the Year IBL 2026, mengungkapkan bahwa targetnya datang ke Bogor bukan sekadar lolos playoff, melainkan membawa Hornbills menjadi juara. Meski laga terakhir berjalan sulit karena tim sempat kehilangan ritme serangan, ia meminta pemain tetap tenang dan mengandalkan pertahanan hingga kemenangan berhasil diamankan.
“Saya sangat bangga dengan tim ini. Kami pantas mendapatkan gelar ini karena seluruh pemain, staf pelatih, dan manajemen bekerja sangat keras sejak awal musim. Sekarang saatnya kami menikmati hasilnya,” ujar Camara.











