Amerika Utara – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi pusat perhatian setelah tercatat melakukan perjalanan udara intensif untuk menghadiri puluhan pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dalam kurun waktu lebih dari dua pekan, Infantino menempuh jarak ribuan kilometer untuk menyaksikan langsung pertandingan di 16 kota tuan rumah.
Piala Dunia 2026 merupakan edisi terbesar dalam sejarah dengan jumlah pertandingan terbanyak akibat perluasan fase grup. Namun, aktivitas perjalanan udara yang padat dari Infantino ini menimbulkan kritik karena dianggap bertentangan dengan komitmen FIFA terhadap isu lingkungan dan hak asasi manusia. Dalam dokumen Strategi Keberlanjutan dan Hak Asasi Manusia Piala Dunia FIFA 2026, FIFA menegaskan komitmennya pada perlindungan iklim, hak asasi manusia, serta isu penyakit dan disabilitas.
Investigasi oleh BBC Verify dan BBC Sport mengungkap bahwa jet pribadi yang terkait dengan FIFA dan Infantino melakukan 27 penerbangan selama turnamen berlangsung. Emisi karbon dari penerbangan tersebut diperkirakan setara dengan emisi tahunan yang dihasilkan oleh sekitar 78 orang.
Infantino bahkan tercatat menghadiri dua pertandingan dalam satu hari dengan jarak antar kota mencapai ribuan kilometer. Pada beberapa hari, ia melakukan hingga tiga penerbangan terpisah. Sebelum turnamen, Infantino juga terlihat menggunakan jet eksekutif milik Qatar Airways, yang dilaporkan adalah Gulfstream G650ER.
BBC telah menghubungi FIFA untuk meminta konfirmasi terkait hal ini, namun belum menerima tanggapan. Data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa tujuan jet selalu sesuai dengan lokasi pertandingan yang dihadiri Infantino, berdasarkan dokumentasi foto pada tanggal yang sama.
Penerbangan terjauh yang dilakukan Infantino dalam dua pekan pertama adalah dari Vancouver ke Miami, sejauh sekitar 4.507 kilometer, setelah menyaksikan laga Australia melawan Turki pada 13 Juni. Selain itu, ia juga melakukan penerbangan pendek, seperti pada 22 Juni ketika jet terbang sejauh 148 kilometer dari Philadelphia ke Bandara Teterboro di New Jersey.
Perjalanan udara yang intens ini memunculkan pertanyaan serius mengenai konsistensi FIFA dalam menjalankan komitmen keberlanjutan di tengah penyelenggaraan Piala Dunia terbesar dalam sejarah.











