Jakarta – Persija Jakarta dikabarkan segera mengalihkan bidikan transfernya kepada mantan pemain AC Milan, Ante Rebic, menyusul kegagalan klub dalam mendatangkan Mariano Peralta. Perubahan arah kebijakan transfer ini terjadi setelah negosiasi dengan Peralta terhambat oleh kendala teknis terkait partisipasi di kompetisi AFC Champions League.
Situasi bursa transfer awal musim 2026/2027 sempat diwarnai optimisme tinggi dari kubu Macan Kemayoran saat pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, secara terbuka menyatakan antusiasmenya atas kedatangan Peralta. Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Senin (8/6/2026), Shin Tae-yong mengonfirmasi bahwa manajemen telah mencapai kesepakatan lisan dengan pemain tersebut. Namun, dinamika berubah drastis ketika jurnalis asal Italia, Lorenzo Lepore, melaporkan adanya kebuntuan dalam negosiasi yang disebabkan oleh klausul kontrak tertentu.
Kegagalan ini membuka peluang bagi rival abadi Persija Jakarta, Persib Bandung, untuk masuk dalam perburuan pemain tersebut. Persib Bandung, yang memiliki tiket berlaga di Liga Champions AFC, dianggap menjadi destinasi yang lebih menarik bagi Peralta. Bos Persib, Umuh Muchtar, memberikan sinyal bahwa manajemen klubnya tidak gentar menghadapi kekuatan baru Persija dan tengah menyiapkan kejutan besar di bawah arahan Glenn Sugita.
Menghadapi potensi pembajakan tersebut, Persija Jakarta bergerak cepat mencari alternatif guna memperkuat lini depan. Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan basis pendukung Macan Kemayoran, manajemen klub kini membidik Ante Rebic, penyerang berpengalaman berlabel Timnas Kroasia yang baru saja menyelesaikan kontraknya di HNK Hajduk Split.
Peluang Persija untuk mendatangkan Rebic terbuka lebar mengingat status sang pemain yang kini menjadi agen bebas per 30 Juni 2026. Sepanjang musim lalu, pemain berusia 32 tahun tersebut mencatatkan performa yang cukup solid dengan torehan 7 gol dan 5 assist dari 30 penampilan bersama klub asal Kroasia tersebut. Rekam jejak Rebic di liga top Eropa, termasuk pengalamannya membela Fiorentina, RB Leipzig, Eintracht Frankfurt, hingga AC Milan, menjadi daya tarik utama bagi tim asuhan Shin Tae-yong.
Langkah ini dipandang sebagai upaya taktis Persija untuk tetap kompetitif di musim 2026/2027. Meskipun kehilangan target utama, kehadiran pemain dengan profil sekaliber Rebic diyakini mampu memberikan dampak signifikan bagi daya serang tim. Hingga saat ini, manajemen Persija Jakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait durasi kontrak atau detail negosiasi dengan pihak Rebic, namun progres transfer ini terus dipantau oleh publik sepak bola nasional mengingat nama besar yang dibawa oleh sang pemain.
Dengan berakhirnya masa bakti Rebic di HNK Hajduk Split, Persija memiliki keunggulan finansial berupa status transfer gratis. Strategi ini menjadi solusi konkret bagi manajemen untuk menambal posisi yang ditinggalkan oleh batalnya transfer Mariano Peralta sekaligus memperkuat kedalaman skuad sebelum dimulainya kompetisi resmi musim ini.











