Atlanta – Penjaga gawang veteran asal Tanjung Verde, Josimar Jose Evora Dias atau yang akrab disapa Vozinha, mencatatkan performa luar biasa dalam laga pembuka Grup Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta. Pemain berusia 40 tahun tersebut menjadi sorotan dunia setelah sukses menahan gempuran tim nasional Spanyol, memaksa raksasa Eropa itu bermain imbang dengan skor kacamata 0-0.

Sepanjang pertandingan berlangsung, Spanyol tampil sangat mendominasi dengan melancarkan 27 kali percobaan tembakan ke arah gawang. Namun, pertahanan Tanjung Verde yang dikomandoi Vozinha terbukti terlalu tangguh untuk ditembus oleh barisan penyerang kelas dunia seperti Lamine Yamal, Nico Williams, hingga Pedri. Total tujuh penyelamatan krusial dicatatkan kiper klub kasta kedua Portugal, Chaves, tersebut sepanjang 90 menit pertandingan.

Atas penampilan heroiknya, Vozinha dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Man of the Match dalam laga tersebut. Selain performa impresifnya, ia juga menorehkan catatan sejarah sebagai salah satu pemain tertua yang menjalani debut di panggung Piala Dunia, yakni pada usia 40 tahun 12 hari.

Begitu peluit panjang dibunyikan oleh wasit, Vozinha tidak mampu membendung air mata harunya. Ia dikerumuni oleh rekan-rekan setimnya yang merayakan hasil imbang bersejarah bagi negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika tersebut. Dalam sebuah pernyataan emosional pascapertandingan, Vozinha mendedikasikan perjuangannya kepada mendiang kakek dan neneknya yang telah membesarkannya. Ia juga menyinggung kendala pribadi terkait ibunya yang tidak dapat hadir menyaksikan langsung di stadion karena masalah visa.

Aksi memukau di lapangan hijau tersebut memicu gelombang dukungan global melalui media sosial. Bintang sepak bola Prancis, Paul Pogba, secara terang-terangan memberikan pujian setinggi langit kepada Vozinha melalui akun media sosial pribadinya. Fenomena ini semakin membesar setelah saluran YouTube asal Brasil, CazéTV, mengajak jutaan penontonnya untuk memberikan apresiasi kepada sang kiper.

Dampaknya, jumlah pengikut akun Instagram pribadi Vozinha mengalami lonjakan yang sangat fantastis. Dari yang semula hanya memiliki sekitar 50 ribu pengikut, angka tersebut melesat hingga mencapai lima juta pengikut hanya dalam hitungan beberapa jam setelah pertandingan berakhir. Pencapaian ini tergolong luar biasa bagi seorang pemain yang baru mengawali karier sepak bola profesionalnya pada usia 25 tahun.

Bagi Vozinha, pencapaian ini bukan sekadar statistik pribadi, melainkan simbol ketahanan dan persatuan bagi negaranya. Ia menegaskan bahwa Tanjung Verde hadir di Piala Dunia bukan hanya untuk berpartisipasi atau sekadar menikmati turnamen, melainkan untuk bersaing secara kompetitif. Ketangguhannya di bawah mistar gawang telah membuktikan bahwa negara kecil dengan populasi kurang dari setengah juta jiwa mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim-tim besar dunia. Keberanian dan kisah hidupnya kini menjadikan Vozinha sebagai salah satu sosok paling dicintai dalam perhelatan akbar Piala Dunia 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *