Bandar Seri Begawan – Penyerang tim nasional Indonesia, Ramadhan Sananta, resmi mengakhiri kerja samanya dengan klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh pemain berusia 23 tahun itu melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (16/6/2026). Perpisahan ini menandai berakhirnya masa bakti Sananta yang telah berlangsung selama satu tahun sejak ia bergabung pada Juli 2025 lalu.

Dalam unggahannya, Sananta menyampaikan apresiasi mendalam kepada manajemen, staf, dan pendukung DPMM FC atas kesempatan yang diberikan selama ia berkarier di kompetisi sepak bola Brunei. Ia menyebut satu tahun pengalamannya di luar negeri sebagai momen yang tidak terlupakan, penuh dengan pembelajaran, serta tantangan yang berharga untuk perkembangan karier profesionalnya.

Selama memperkuat DPMM FC, Sananta tercatat tampil dalam 27 pertandingan di seluruh ajang kompetisi. Dari total penampilan tersebut, pemain yang kerap menjadi andalan di lini depan timnas Indonesia ini sukses menyumbangkan empat gol. Meski catatannya tidak terlalu produktif, keberadaannya di DPMM FC memberikan pengalaman internasional yang signifikan bagi sang pemain sebelum ia memutuskan untuk menatap babak baru dalam perjalanan kariernya.

Kabar mengenai kepulangan Sananta ke Indonesia kini menjadi sorotan utama di kalangan pencinta sepak bola nasional. Rumor yang beredar kencang menyebutkan bahwa ia akan bergabung dengan klub papan atas Liga 1, Persebaya Surabaya. Spekulasi ini semakin menguat setelah kolom komentar unggahan perpisahan Sananta dibanjiri ucapan selamat datang dari kelompok suporter fanatik Persebaya, Bonek.

Beberapa akun komunitas pendukung Persebaya secara terbuka menyambut sang striker, yang kemudian memicu respons dari rekan sejawatnya. Bek timnas Indonesia, Rizky Ridho, bahkan turut memberikan komentar dengan menuliskan kata “Wani”. Istilah yang dalam bahasa Jawa berarti berani tersebut merupakan slogan khas yang sangat identik dengan identitas klub Persebaya Surabaya.

Di sisi lain, kepergian Sananta dari DPMM FC memicu pergerakan transfer di kubu klub Brunei tersebut. Manajemen DPMM FC dilaporkan tengah membidik penyerang asal Brasil, Dalberto, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Sananta. Dalberto sendiri baru saja menyelesaikan kiprahnya bersama Arema FC.

Keputusan Dalberto meninggalkan Arema FC cukup menyita perhatian publik sepak bola tanah air, mengingat performa impresif yang ia tunjukkan selama musim 2025-2026. Striker asal Brasil tersebut mencatatkan statistik yang cukup tajam dengan membukukan 19 gol dari 28 pertandingan di kompetisi Super League. Kini, publik menunggu kepastian mengenai kelanjutan karier Sananta di Liga 1 serta langkah strategis DPMM FC dalam mengamankan pengganti yang sepadan untuk lini serang mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *