BANDUNG – Gelandang sayap Persib Bandung, Rosembergne da Silva alias Berguinho, masih belum mencetak gol dalam 10 pertandingan di Super League 2025-2026.
Meskipun demikian, pemain asal Brasil ini telah menyumbangkan tiga assist untuk Persib.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menjelaskan peran penting Berguinho dalam tim yang membuatnya terus menjadi starter.
Menurut Hodak, Berguinho adalah pemain yang fleksibel, kuat secara fisik, dan memiliki pergerakan yang sulit diprediksi.
“Ia selalu memenangkan duel satu lawan satu dengan lawan, hingga bisa menarik perhatian dua pemain lawan untuk menjaganya,” ujar Hodak.
Hodak menambahkan, meski memiliki postur tinggi, Berguinho memiliki akselerasi cepat dan diandalkan dalam skema transisi.
Pada laga terakhir Persib melawan PSM Makassar, aksi Berguinho bahkan menyebabkan wasit memberikan hadiah penalti kepada Persib.
“Lihat, aksi dia yang menyebabkan tim mendapatkan penalti dan saya rasa pada beberapa laga terakhir, dia bermain dengan bagus, karena itu dirinya selalu menjadi starter,” kata Hodak.
Hodak mengungkapkan alasan memilih Berguinho dibandingkan Beckham Putra dan Saddil Ramdani saat melawan PSM Makassar. Ia menilai Berguinho lebih cocok karena PSM mengandalkan kekuatan fisik.
“Bagi saya, hal bagusnya adalah dia (Berguinho) dan Saddil, keduanya bermain bagus pada posisi itu di sayap kiri. Di sisi lain, kami juga memiliki Beckham dan Uiliiam Barros,” jelas Hodak.
Hodak juga memberikan apresiasi kepada Uilliam Barros yang dinilai mampu menyerang dan membantu pertahanan dengan baik saat melawan PSM.
“Barros bermain sangat bagus saat bertahan karena bisa menghentikan bek kiri mereka. Jadi ini hal yang bagus,” sebutnya.
“Satu-satunya hal, untuk hari ini, kami memainkan Berguinho dan Barros karena mereka adalah tim dengan pemain-pemain tinggi dan sangat berbahaya dalam set piece,” pungkas Hodak.











