Padang – Jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatera Barat terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga kini, 90 orang dinyatakan meninggal dunia.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyebutkan puluhan orang lainnya masih dalam pencarian dan dilaporkan hilang.

“Untuk jumlah korban di Padang (Sumatera Barat) mengalami peningkatan. Saat ini, Sumatera Barat menjadi wilayah kedua dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak setelah Sumatera Utara. Korban jiwa mencapai 90 orang meninggal, 85 hilang, dan 10 luka-luka,” jelas Suharyanto dalam jumpa pers, Sabtu (29/11).

Berikut rincian data korban dari setiap kota dan kabupaten di Sumatera Barat:

* Agam: 74 meninggal dunia, 78 hilang.
* Pasaman Barat: 1 meninggal dunia, 6 hilang, 1 luka.
* Padang Panjang: 7 meninggal dunia, 3 luka.
* Padang: 5 meninggal dunia.
* Solok: 1 meninggal dunia.
* Tanah Datar: 2 meninggal dunia, 1 hilang, 4 luka.

Selain korban jiwa, Suharyanto menambahkan, sekitar 11 orang masih mengungsi. Kota Padang menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak.

“Meskipun kondisi di Kota Padang relatif membaik, tidak ada pengungsian terpusat. Para pengungsi memilih tinggal di rumah saudara, kerabat, atau tetangga,” ungkap Suharyanto.

Ia juga merinci jumlah pengungsi di beberapa wilayah lain, yaitu Padang Pariaman (562 KK), Padang Panjang (216 KK), Agam (208 KK), dan Pasaman (336 KK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *