Pemalang – Misteri hilangnya Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang, di Gunung Slamet masih belum terpecahkan. Tim SAR gabungan terus berupaya mencari keberadaan Syafiq.
Petunjuk awal muncul dari informasi bahwa Syafiq sempat bertemu dengan dua pendaki perempuan sebelum dinyatakan hilang. Pertemuan itu terjadi di sekitar Pos 3 jalur pendakian Dipajaya.
Namun, setelah pertemuan tersebut, jejak Syafiq seolah menghilang tanpa bekas.
Syafiq dilaporkan hilang sejak Sabtu, 27 Desember 2025, saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Ia mendaki bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran.
Himawan ditemukan lebih dulu dalam kondisi lemas di sekitar Pos 5 pada Selasa, 30 Desember 2025, dan langsung dievakuasi.
Keterangan Himawan dinilai belum sepenuhnya konsisten karena kondisi fisiknya yang kelelahan dan trauma. Diduga, keduanya terpisah saat Himawan mengalami kram di jalur pendakian. Syafiq diduga turun mencari bantuan.
Kakak kandung Syafiq, Naufal Hisyam (24), mengatakan adiknya berpamitan untuk mendaki Gunung Sumbing. Namun, keluarga baru mengetahui Syafiq berada di Gunung Slamet setelah menerima foto dari basecamp.
Dua pendaki perempuan yang bertemu Syafiq sempat mengikuti korban turun melalui jalur kanan yang dianggap lebih aman saat hujan. Namun, jalur tersebut ternyata salah arah dan jejak Syafiq kemudian menghilang. Motor dan KTP Syafiq masih tertinggal di basecamp Dipajaya.











