Budapest – Kegagalan Arsenal menjuarai Liga Champions musim 2025-2026 secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi reputasi historis Serie A Italia. Kekalahan The Gunners di partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026), memupus ambisi Premier League untuk menyapu bersih seluruh trofi kompetisi antarklub Eropa musim ini.
Arsenal harus mengakui keunggulan juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) melalui drama adu penalti dengan skor 3-4. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal 2×45 menit dan babak tambahan waktu 2×15 menit. Kekalahan ini menggagalkan upaya Inggris untuk mencetak sejarah baru dalam dominasi sepak bola Eropa.
Kegagalan Arsenal tersebut membatalkan peluang Premier League untuk meraih hattrick gelar juara di tiga kompetisi Eropa yang berbeda. Sebelumnya, dua wakil Inggris lainnya telah sukses mengamankan trofi. Aston Villa berhasil menjuarai Liga Europa setelah menundukkan Freiburg dengan skor 3-0 di Istanbul pada 20 Mei lalu. Tren positif tersebut berlanjut pada 27 Mei, ketika Crystal Palace memastikan gelar juara UEFA Conference League usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di Leipzig.
Dengan hasil di Budapest, Premier League gagal menyamai rekor prestisius yang hingga kini masih dipegang oleh Serie A Italia. Liga Italia tercatat sebagai satu-satunya liga di Eropa yang mampu menyapu bersih tiga trofi kompetisi antarklub dalam satu musim yang sama, sebuah pencapaian yang terjadi pada musim 1989-1990.
Pada musim bersejarah tersebut, dominasi Italia di kancah Eropa sangat mutlak. AC Milan berhasil meraih trofi Piala Champions setelah menaklukkan Benfica dengan skor tipis 1-0 di partai final. Kesuksesan tersebut diikuti oleh Sampdoria yang menjuarai Piala Winners setelah mengalahkan Anderlecht 2-0.
Dominasi Serie A semakin lengkap ketika Juventus memastikan gelar juara Piala UEFA—yang kini dikenal sebagai Liga Europa—setelah mengalahkan sesama klub Italia, Fiorentina, dengan agregat skor 3-1. Keberhasilan ketiga klub tersebut mengunci tiga gelar bergengsi dalam satu musim menjadi catatan emas yang bertahan selama lebih dari tiga dekade.
Hingga saat ini, belum ada liga domestik lainnya di Eropa yang mampu menyamai rekor sapu bersih tersebut. Meskipun Premier League saat ini diakui secara luas sebagai liga paling kompetitif dan memiliki nilai komersial tertinggi di dunia, rekor kolektif Serie A musim 1989-1990 tetap menjadi tolok ukur tertinggi dalam sejarah sepak bola antarklub Eropa. Arsenal yang digadang-gadang mampu melengkapi kesuksesan Inggris musim ini justru harus takluk di tangan PSG, yang sekaligus mengukuhkan posisi klub asal Prancis tersebut sebagai kekuatan yang konsisten di level tertinggi benua biru.











