Assen – Pembalap Moto3 Adrian Fernandez menyampaikan kekecewaan mendalam setelah rangkaian seri balapan GP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berakhir di luar ekspektasi. Selain performa yang fluktuatif di lintasan, pembalap dari tim Leopard Racing tersebut harus menerima kenyataan pahit berupa penalti yang membuat posisi akhirnya melorot dari urutan kedelapan menjadi kesembilan.
Adik dari pembalap MotoGP Raul Fernandez ini memulai balapan sepanjang 20 putaran tersebut dari posisi ke-10. Meski berada di barisan tengah saat start, ia sempat menunjukkan performa agresif dengan merangsek ke grup enam besar. Fernandez bahkan sempat terlibat persaingan sengit dengan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang memulai balapan dari posisi ketujuh. Pada putaran kedua, Fernandez sempat berhasil menyalip Veda, namun ritme balapnya tidak stabil dan perlahan menurun seiring berjalannya lomba.
Saat pembalap Honda Team Asia memimpin balapan di depan Maximo Quiles dari Aspar Team, Fernandez mengalami kesulitan untuk mempertahankan kecepatan. Ia sempat mengalami pasang surut performa pada pertengahan lomba sebelum akhirnya menyentuh garis finis di posisi kedelapan. Di sisi lain, Veda Ega Pratama harus pulang dengan tangan hampa setelah mengalami kecelakaan dan gagal menyelesaikan balapan pada seri ke-10 musim 2026 ini.
Nasib Fernandez kian memburuk setelah pengawas balapan menjatuhkan hukuman akibat pelanggaran batas lintasan atau track limit. Penalti ini memaksa posisinya turun satu tingkat ke urutan kesembilan. Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang membela tim MT Helmets-MSI. Danish yang awalnya finis di posisi ke-10, secara otomatis naik tiga tingkat ke urutan ketujuh setelah beberapa pembalap lain, termasuk Rico Salmela dari Red Bull KTM Tech3 dan Joel Kelso dari GRYD Racing, juga menerima penalti serupa.
Menanggapi hasil tersebut, Fernandez mengakui bahwa GP Belanda merupakan akhir pekan yang sangat menantang baginya. Ini adalah balapan yang sulit, ujar Fernandez melalui laman resmi tim Leopard Racing. Pembalap berusia 22 tahun ini tidak menampik adanya kendala teknis pada kendaraannya yang belum optimal di beberapa sektor Sirkuit Assen.
Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh bersama tim teknis untuk menghadapi seri berikutnya. Meski sempat bersaing di kelompok depan, ia merasa masih ada area yang membutuhkan pengembangan signifikan agar performanya lebih kompetitif. Fernandez menyatakan komitmennya untuk bekerja keras meningkatkan rasa percaya diri dan memperbaiki situasi agar dapat kembali meraih hasil maksimal di seri mendatang.
Seluruh pembalap Moto3 kini bersiap menatap seri berikutnya, yakni GP Jerman 2026 yang akan dilangsungkan di Sirkuit Sachsenring. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 Juli mendatang. Fokus utama Fernandez saat ini adalah melakukan pembenahan teknis agar dapat tampil lebih konsisten dan menghindari kesalahan serupa yang merugikan posisinya di papan klasemen sementara.











