Manchester – Manchester City resmi melepas bek serba bisa Nathan Ake ke klub raksasa Liga Turki, Fenerbahce, pada bursa transfer musim panas ini. Kesepakatan transfer pemain berusia 31 tahun tersebut mencapai nilai GBP 7 juta, dengan potensi kenaikan hingga GBP 8,5 juta melalui klausul tambahan dan bonus yang disepakati kedua belah pihak.

Proses kepindahan ini sempat diwarnai dinamika komunikasi antara kedua klub. Fenerbahce sempat mengumumkan kesepakatan lebih awal pada pekan lalu, yang sempat mengejutkan pihak Manchester City karena saat itu administrasi internal klub menyatakan proses transfer belum rampung sepenuhnya. Sehari berselang, The Citizens secara resmi mengonfirmasi kepergian Ake dari Stadion Etihad.

Kepergian ini menandai berakhirnya masa bakti enam tahun Ake bersama Manchester City. Selama berseragam biru langit, sang pemain telah menjadi bagian integral dari kesuksesan klub dengan koleksi trofi yang mencakup empat gelar Liga Premier, satu gelar Liga Champions, dua Piala FA, serta dua Piala Carabao. Pemain yang merupakan lulusan akademi Chobam itu tercatat sebagai salah satu sosok yang berkontribusi dalam sejarah treble winner Manchester City.

Dalam pernyataan perpisahannya, Ake mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan klub selama enam tahun terakhir. Ia mengaku telah mengalami perkembangan signifikan baik secara profesional maupun personal. Ake menegaskan bahwa momen meraih treble dan empat gelar juara Liga Premier secara beruntun merupakan kenangan yang akan terus ia simpan, meskipun kini ia harus memulai babak baru dalam karier sepak bolanya di Turki.

Secara statistik, performa Ake pada musim 2025/2026 memang mengalami penurunan frekuensi bermain. Bek dengan tinggi 180 cm tersebut hanya mencatatkan 34 penampilan di seluruh kompetisi. Banyak di antaranya dimulai dari bangku cadangan. Pelatih Pep Guardiola lebih memilih mengandalkan duet Abdukodir Khusanov dan Marc Guehi di lini belakang, bahkan saat pemain utama seperti Ruben Dias dan Josko Gvardiol mengalami cedera.

Situasi tersebut membuat keputusan Ake untuk hengkang menjadi langkah yang logis bagi kelangsungan kariernya. Bergabung dengan Fenerbahce memberikan kesempatan bagi Ake untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler di kasta tertinggi kompetisi Turki. Bagi Manchester City, langkah ini menjadi bagian dari peremajaan skuad dan penyesuaian komposisi pemain di bawah arahan taktis Guardiola. Kepindahan ini sekaligus menutup lembaran karier Ake di Inggris yang sebelumnya sempat membawanya membela Bournemouth sebelum akhirnya hijrah ke Manchester dan meraih berbagai pencapaian tertinggi di level klub Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *