SACHSENRING – Honda Team Asia dipastikan tampil dengan kekuatan tidak penuh pada seri ke-10 Moto3 Jerman 2026 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring akhir pekan ini. Tim tersebut harus mengandalkan pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, Veda Ega Pratama, sebagai satu-satunya tumpuan di lintasan balap.
Kondisi ini terjadi lantaran rekan setim Veda, Zen Mitani, terpaksa absen dari gelaran balapan akibat cedera patah pergelangan tangan. Cedera tersebut dialami pembalap asal Jepang itu saat berlaga di GP Belanda dua pekan lalu. Absennya Mitani membuat beban tim kini sepenuhnya berada di pundak Veda, yang berstatus sebagai pendatang baru atau rookie di ajang Moto3 musim ini.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyatakan bahwa timnya harus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Meski kehilangan satu pembalap, Aoyama menaruh harapan besar agar Veda mampu menunjukkan progres signifikan di Jerman. Terlebih, pembalap berusia 17 tahun itu datang ke Sachsenring dengan motivasi tinggi untuk bangkit setelah gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen akibat kecelakaan, padahal sempat berada di posisi terdepan.
Aoyama menilai Sachsenring sebagai lintasan yang sangat teknis dan menantang bagi para pembalap. Dengan panjang lintasan 3,67 kilometer, sirkuit ini memiliki karakteristik unik berupa perubahan ketinggian yang signifikan serta kombinasi tikungan lambat hingga cepat. Selain itu, banyaknya tikungan ke arah kiri menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan keahlian khusus dari pembalap.
“Sirkuit ini sangat istimewa dan memiliki karakter yang khas dalam kalender balap. Kami memahami tantangan yang ada, namun kami tetap fokus pada persiapan maksimal,” ujar Aoyama dalam keterangan resminya.
Terkait kondisi Zen Mitani, Aoyama menegaskan bahwa seluruh tim saat ini memberikan dukungan penuh bagi pemulihan sang pembalap agar bisa segera kembali beraksi. Pihak tim berharap proses pemulihan cedera pergelangan tangan tersebut berjalan lancar.
Di sisi lain, Aoyama memberikan apresiasi atas performa Veda Ega Pratama sepanjang 10 seri balapan musim 2026. Sebagai seorang rookie, Veda dinilai konsisten menunjukkan peningkatan performa yang menjanjikan. Catatan dua podium yang telah diraih Veda menjadi bukti nyata kualitas pembalap Indonesia tersebut di kancah internasional.
Pengalaman Veda yang pernah menjajal karakteristik Sirkuit Sachsenring sebelumnya menjadi modal berharga bagi tim. Aoyama optimistis bahwa Veda mampu mempertahankan tren positif dan memberikan penampilan terbaiknya di Jerman. Pihak tim berkomitmen untuk terus mendampingi Veda agar mampu bersaing dengan pembalap lain di barisan depan, sekaligus mematangkan strategi balap yang tepat untuk menghadapi tantangan di lintasan Jerman. Fokus utama saat ini adalah memastikan Veda mendapatkan setelan motor yang optimal guna menghadapi sesi latihan bebas hingga babak kualifikasi nanti.











