Tulungagung – Insiden mengejutkan mewarnai laga Liga 4 PSSI Jawa Timur antara Perseta 1970 Tulungagung melawan PS Putra Jaya Pasuruan. Seorang pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, mengalami cedera serius akibat tendangan “kungfu” dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Peristiwa terjadi saat pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026). Akibat insiden tersebut, Firman sempat tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Manager Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian ini. Ia menduga ada unsur kesengajaan dalam tekel keras yang dilakukan Hilmi.
“Itu benar-benar fatal, itu catatan buruk sekali dan saya akan protes keras itu,” tegas Rudi.
Menurut Rudi, insiden bermula saat kedua pemain berebut bola. Hilmi kemudian melakukan tendangan ke arah dada Firman.
Kondisi Firman saat ini dilaporkan sudah sadar dan dalam pengawasan medis di RSUD Bangkalan. Pihak Perseta Tulungagung berencana mengajukan protes keras atas insiden tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Rudi juga menyoroti kinerja wasit yang dianggap kurang tegas dalam mengendalikan pertandingan. Ia menilai, jika wasit bertindak tegas sejak awal, insiden ini mungkin bisa dihindari.
Akibat kejadian ini, Perseta Tulungagung kehilangan beberapa pemain akibat cedera. Hal ini tentu mempengaruhi strategi dan kekuatan tim untuk pertandingan selanjutnya.
Insiden ini menjadi sorotan dan diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjunjung tinggi fair play dan keselamatan pemain dalam setiap pertandingan sepak bola.











