Padang – Inkonsistensi performa AC Milan di Serie A belakangan ini disorot oleh mantan pemain sepak bola Eropa, Paolo Di Canio. Ia menilai Rossoneri terlalu bergantung pada keseimbangan tim dan kontribusi pemain kunci.
Di Canio menyebut absennya sejumlah pemain kunci akibat cedera menjadi faktor utama penurunan kualitas permainan Milan. Hal ini diungkapkannya dalam acara Sky Sport 24.
“Sejak pertandingan melawan Cremonese, Milan menunjukkan peningkatan drastis, di mana sebelas pemain berlari, menekan, menjaga keseimbangan, dan disiplin,” ujar Di Canio. Ia menambahkan, Milan kehilangan keunggulan kolektif yang sempat membuat mereka kuat di awal musim.
Di Canio mencontohkan Manchester City yang justru semakin baik dalam bertahan ketika kualitas serangan mereka meningkat. Menurutnya, Milan harus menyerang sebagai tim agar tidak mudah kebobolan.
“Dalam lima pertandingan terakhir, Milan mencetak delapan gol dan kebobolan enam gol. Jika Anda hanya menunggu (Rafael) Leao berlari, ia tidak memberikan titik acuan dan terkadang malah berjalan,” kritiknya.
Di Canio menilai masalah Milan lebih bersifat struktural daripada individual. Kekuatan Milan terletak pada etos kerja kolektif. Tanpa keseimbangan yang tepat, tim asuhan Massimiliano Allegri ini menjadi mudah ditebak.
“Leao harus selalu bermain, dia pemain paling berbakat mereka (Milan), tetapi (jika Milan bermain) tanpa keseimbangan di sisi itu, ini menjadi masalah besar,” tegasnya.
Analisis Di Canio mencerminkan kekhawatiran tentang evolusi taktis klub di bawah Allegri. Ia menyatakan bahwa kesulitan Milan bukan berasal dari kualitas pemain, melainkan dari hilangnya sinergi tim.
Saat ini, Milan berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 22 poin, sama dengan Napoli di peringkat keempat. Mereka terpaut dua poin dari pemuncak klasemen, AS Roma dan Inter Milan.











