Buenos Aires – Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi, kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia setelah memecahkan rekor sebagai pemain dengan jumlah assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Prestasi tersebut dicapai Messi saat membawa Argentina melakukan aksi bangkit dramatis untuk menundukkan Mesir dengan skor 3-2 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) malam WIB.
Di usia 39 tahun, Messi tampil sebagai motor penggerak utama tim saat Argentina berada dalam situasi kritis dan nyaris tersingkir dari turnamen. Kemenangan ini memastikan langkah juara bertahan tersebut melaju ke babak perempat final, sekaligus mempertegas dominasi La Pulga dalam daftar statistik prestisius ajang empat tahunan ini.
Dalam laga sengit melawan Mesir, Messi berhasil mencatatkan assist kesembilan sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia. Umpan matang tersebut diberikan kepada Cristian Romero pada menit ke-79, yang sukses memperkecil ketertinggalan Argentina menjadi 1-2. Torehan itu secara resmi melampaui rekor milik legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, yang sepanjang kariernya di Piala Dunia mengoleksi delapan assist.
Pertandingan babak 16 besar tersebut menyajikan tensi tinggi bagi pendukung Albiceleste. Argentina sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal dua gol dari Mesir hingga memasuki 11 menit terakhir waktu normal. Namun, peran vital Messi dalam mengalirkan bola memberikan dampak instan pada pola serangan Argentina.
Momentum kebangkitan tim dimulai dari gol Cristian Romero yang memanfaatkan umpan akurat Messi. Hanya berselang empat menit kemudian, Messi kembali unjuk gigi dengan mencetak gol penyama kedudukan yang membakar semangat rekan-rekannya. Argentina akhirnya menyempurnakan comeback spektakuler tersebut dengan mencetak gol ketiga, yang memastikan kemenangan 3-2 sekaligus tiket menuju babak delapan besar.
Rekor assist ini menjadi pelengkap warisan karier Messi yang luar biasa di panggung internasional. Kemampuannya dalam membaca permainan, menciptakan peluang kunci, hingga mencetak gol krusial di saat tim berada di bawah tekanan besar menunjukkan bahwa kualitas sang pemain belum memudar meski telah memasuki usia senja bagi seorang atlet profesional.
Keberhasilan menyingkirkan Mesir membawa Argentina menuju babak perempat final untuk menghadapi Swiss. Tim lawan, Swiss, telah lebih dulu mengamankan tempat di delapan besar setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, menyusul hasil imbang tanpa gol selama 120 menit waktu pertandingan.
Pertemuan antara Argentina dan Swiss di babak delapan besar diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik dalam turnamen ini. Selain mengusung ambisi besar untuk mempertahankan gelar juara dunia, Argentina kini sangat mengandalkan peran Lionel Messi sebagai sosok pembeda yang mampu membawa tim melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Fokus publik kini tertuju pada apakah Messi mampu terus mempertahankan konsistensi performanya guna mengantar Albiceleste meraih trofi kembali.










