Atlanta – Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris merupakan pertandingan sepak bola biasa tanpa dibumbui rivalitas politik atau sejarah kelam antara kedua negara. Pernyataan ini sekaligus menepis narasi yang mengaitkan laga tersebut dengan konflik di luar lapangan.

Scaloni menyatakan, “Ini pertandingan sepak bola. Kami akan bermain melawan tim nasional hebat dengan pelatih yang sangat saya hormati dan kagumi,” seperti dikutip dari The Guardian, Senin (14/7).

Pertandingan semifinal akan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Argentina melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Swiss 3-1 lewat perpanjangan waktu, sementara Inggris lolos usai mengalahkan Norwegia 2-1.

Pertemuan Argentina dan Inggris selalu menarik perhatian karena sejarah panjang di Piala Dunia. Inggris pernah mengalahkan Argentina di perempat final 1966, yang kemudian dibalas Argentina pada perempat final 1986 lewat gol kontroversial “Tangan Tuhan” Diego Maradona. Kedua tim kembali bertemu di babak 16 besar 1998 dengan kemenangan Argentina lewat adu penalti, dan Inggris membalas di fase grup 2002 dengan gol David Beckham yang menggagalkan langkah Argentina.

Selain di lapangan, hubungan kedua negara juga kerap dikaitkan dengan konflik Kepulauan Falkland (Malvinas) pada 1982. Isu ini kembali mencuat di Piala Dunia 2026 setelah beberapa suporter dan pemain Argentina menyanyikan lagu yang menyinggung Malvinas, Maradona, dan Lionel Messi.

Penyerang Argentina, Jose Manuel Lopez, mengakui laga ini sarat nilai historis, namun menegaskan sikap profesional pemain tetap dijaga. Ia mengatakan, “Di luar lapangan, ini pertandingan dengan banyak sejarah dan rasa sakit, tapi kami profesional. Kami akan bermain seperti biasa hingga detik terakhir, memberikan segalanya.”

Argentina datang ke Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan dan berhasil melaju ke semifinal melalui sejumlah pertandingan yang penuh kontroversi, mulai dari babak penyisihan grup hingga kemenangan atas Mesir di 16 besar dan Swiss di perempat final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *