Madrid – Kegagalan transfer bek asal Slovakia, David Hancko, ke klub Liga Arab Saudi, Al Nassr, pada bursa transfer musim panas 2025 akhirnya terungkap. Sempat santer dikabarkan akan bergabung dengan tim yang diperkuat Cristiano Ronaldo tersebut, Hancko memutuskan untuk membatalkan kepindahannya dan memilih berlabuh ke raksasa Spanyol, Atletico Madrid.

Kepindahan Hancko ke Arab Saudi sebelumnya sempat mendekati tahap akhir. Laporan media menyebutkan bahwa Al Nassr telah menyepakati nilai transfer fantastis mencapai 40 juta euro, atau sekitar Rp759 miliar. Angka tersebut terdiri dari biaya pokok sebesar 35 juta euro ditambah bonus senilai 5 juta euro. Jika terealisasi, kesepakatan itu akan mencatatkan Hancko sebagai bek termahal dalam sejarah transfer Al Nassr.

Namun, proses kepindahan tersebut kandas di tengah jalan. Pihak Feyenoord, klub asal Hancko sebelumnya, mengindikasikan adanya perlakuan kurang profesional dari pihak Al Nassr yang membuat negosiasi terhenti. Di saat ketidakpastian menyelimuti masa depannya, Atletico Madrid datang memberikan proposal resmi yang akhirnya diterima oleh sang pemain. Atletico memboyong pemain berusia 27 tahun tersebut dengan nilai transfer 30 juta euro ditambah serangkaian bonus tambahan.

David Hancko mengungkapkan bahwa dirinya memang sempat menjalin komunikasi dengan sejumlah klub sepanjang musim panas ini. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tawaran dari Al Nassr adalah satu-satunya tawaran nyata yang sempat mengemuka sebelum Atletico Madrid masuk ke dalam perburuan. Hancko mengaku sejak awal memiliki keinginan kuat untuk berkarier di kompetisi papan atas Eropa dan memilih Atletico sebagai destinasi impiannya.

“Tawaran dari Arab Saudi memang ada. Namun, cerita ini berakhir sesuai dengan keinginan saya, yakni bermain di sini, di Atletico Madrid. Begitu mereka masuk dalam kesepakatan, saya langsung ingin bergabung. Saya ingin bermain untuk salah satu klub terbaik di dunia,” ujar Hancko seperti dikutip dari Tribal Football.

Keputusan Hancko untuk tetap berkarier di Eropa dianggap sebagai langkah strategis bagi perkembangan kariernya. Ia kini akan menjadi bagian dari skema permainan Diego Simeone di La Liga. Keputusan ini juga sekaligus menutup spekulasi mengenai reuni dirinya dengan mantan rekan setimnya, Kevin Diks.

Kedua pemain ini memiliki sejarah kedekatan saat sama-sama membela klub Serie A, Fiorentina, pada periode 2018-2019. Kini, baik Hancko maupun Diks memilih untuk melanjutkan karier profesional mereka di klub-klub top Eropa. Hancko di Atletico Madrid, sementara Kevin Diks saat ini tercatat memperkuat Borussia Moenchengladbach. Meskipun tidak jadi bermain di liga yang sama dengan Cristiano Ronaldo, Hancko menegaskan bahwa bermain di level tertinggi Eropa adalah prioritas utamanya dalam karier sepak bola profesional yang ia jalani saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *