Brussel – UEFA mengecam keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi larangan bertanding satu pertandingan terhadap Folarin Balogun setelah menerima kartu merah, dengan masa percobaan satu tahun. UEFA menilai keputusan tersebut melampaui batas yang dapat diterima dan mengancam integritas kompetisi.
Dalam pernyataan resmi, UEFA menegaskan bahwa aturan larangan minimal satu pertandingan pascakartu merah adalah prinsip mutlak yang tidak bisa diabaikan atau diberi pengecualian. UEFA menyatakan, “Sepak bola bergantung pada supremasi aturan. Regulasi adalah fondasi utama untuk menciptakan kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Dalam beberapa kasus, aturan bisa diinterpretasikan, tapi tidak untuk kasus ini.”
UEFA juga menyoroti bahwa keputusan FIFA ini diambil saat turnamen sedang berlangsung, sementara pemain lain yang mengalami pelanggaran serupa tetap menjalani sanksi sesuai aturan. Hal ini dinilai dapat merusak kredibilitas dan keadilan pertandingan.
Lebih jauh, UEFA memperingatkan bahwa keputusan tersebut membuka preseden buruk yang berpotensi merugikan kompetisi di masa depan karena menuntut perlakuan setara dalam kasus serupa. UEFA menegaskan bahwa keindahan sepak bola dan kepercayaan publik pada aturan yang konsisten adalah alasan utama olahraga ini dicintai di seluruh dunia.
“Turnamen seperti Piala Dunia memiliki pengaruh besar terhadap wajah sepak bola global. Oleh karena itu, kami menyatakan mosi tidak percaya dan ketidakpercayaan mendalam atas keputusan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan ini,” tegas UEFA.










