Kiev – Oleksandr Usyk, juara tinju kelas berat dunia asal Ukraina, memutuskan mengubah lawan untuk pertarungan terakhir dalam kariernya. Setelah melepas sabuk juara kelas berat WBA, WBC, dan IBF, Usyk kini mengincar duel melawan mantan juara dunia WBC, Deontay Wilder, sebagai laga pamungkas sebelum pensiun.

Sebelumnya, Usyk dijadwalkan bertarung melawan juara interim WBC, Agit Kabayel. Namun, rencana tersebut dibatalkan dan fokus beralih ke Wilder, yang belum pernah dihadapi Usyk di ring. Sergey Lapin, direktur tim Usyk, menegaskan bahwa Wilder menjadi pilihan utama untuk pertarungan terakhir sang petinju.

“Usyk sudah menyatakan bahwa Deontay Wilder adalah lawan yang diinginkannya untuk laga terakhir. Pertarungan ini memiliki nilai besar dari sisi olahraga, media, dan skala internasional,” ujar Lapin.

Pertarungan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling dinanti dalam sejarah kelas berat modern. Usyk, yang belum terkalahkan dalam 25 pertarungan profesional, akan menghadapi Wilder, petinju Amerika Serikat berusia 40 tahun yang dikenal sebagai salah satu pemukul paling mematikan di divisi heavyweight.

Wilder memiliki catatan 45 kemenangan dari 50 pertarungan profesional. Terakhir, ia mengalahkan Derek Chisora lewat kemenangan angka terbelah pada April lalu. Manajer Wilder, Shelly Finkel, menyatakan bahwa kliennya pasti akan menerima tawaran bertarung melawan Usyk jika benar-benar diajukan.

“Kalau Deontay ditawari melawan Usyk, dia pasti akan menerimanya,” kata Finkel.

Selain itu, pertarungan ini berpotensi dipromotori oleh Zuffa Boxing, perusahaan tinju di bawah naungan bos UFC, Dana White. Lapin mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Zuffa Boxing sudah berjalan intens, meski belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani.

“Kami sedang berdiskusi langsung dengan Zuffa Boxing di level tertinggi. Sampai saat ini memang belum ada perjanjian yang ditandatangani,” ujar Lapin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *