INGGRIS – Empat klub peserta Premier League resmi dijatuhi sanksi oleh UEFA setelah terbukti melanggar regulasi keberlanjutan finansial dalam kompetisi Eropa. Aston Villa, Chelsea, Newcastle United, dan Nottingham Forest menjadi pihak yang terjerat aturan ketat otoritas sepak bola Eropa tersebut.

Aston Villa menerima sanksi finansial paling berat di antara keempat klub, yakni mencapai 22,5 juta euro atau setara dengan Rp430 miliar. Namun, pihak UEFA menyatakan bahwa sebagian besar nominal denda tersebut bersifat ditangguhkan. Sanksi penuh baru akan dieksekusi apabila klub yang bermarkas di Birmingham itu gagal memenuhi target kepatuhan finansial dalam periode waktu yang telah ditetapkan. Selain denda, Villa juga menghadapi ancaman pembatasan pendaftaran pemain baru untuk kompetisi Liga Champions musim depan.

Chelsea dan Newcastle United masing-masing dijatuhi denda sebesar 3 juta euro. Bagi Chelsea, sebagian dari denda tersebut juga bersifat kondisional, bergantung pada kemampuan klub dalam mematuhi aturan keuangan di masa mendatang. Sementara itu, Newcastle United menerima sanksi tersebut akibat melakukan dua pelanggaran sekaligus, yakni terkait rasio biaya skuad dan aturan pendapatan sepak bola UEFA.

Nottingham Forest melengkapi daftar klub Inggris yang dihukum dengan denda sebesar 2,5 juta euro. UEFA menegaskan bahwa Aston Villa dan Chelsea telah berada dalam pengawasan ketat sejak musim sebelumnya. Badan tersebut berkomitmen untuk terus memantau langkah-langkah kedua klub dalam menekan pengeluaran operasional agar tetap berada dalam batas yang diizinkan.

Regulasi UEFA membatasi total biaya skuad, yang meliputi gaji pemain, staf pelatih, biaya transfer, dan komisi agen, maksimal sebesar 70 persen dari total pendapatan klub. Selain itu, terdapat aturan Football Earnings Rule yang mewajibkan klub menjaga kerugian finansial tetap dalam batas tertentu selama periode evaluasi tiga tahun.

Manajemen Newcastle United secara terbuka mengakui pelanggaran tersebut dan menyatakan telah bekerja sama dengan UEFA untuk menyelesaikan persoalan. Kesepakatan penyelesaian selama tiga tahun telah dicapai, mencakup denda langsung sebesar 3 juta euro serta tambahan 7 juta euro yang ditangguhkan. Newcastle juga diwajibkan membayar denda tambahan jika gagal memenuhi target rasio biaya skuad pada tahun kalender 2025.

Sanksi ini tidak terbatas pada klub Premier League saja. Strasbourg, klub asal Prancis yang berada dalam jaringan kepemilikan BlueCo bersama Chelsea, turut dikenai denda sebesar 13 juta euro akibat pelanggaran serupa.

Langkah tegas UEFA ini mencerminkan peningkatan pengawasan terhadap kondisi keuangan klub-klub peserta kompetisi Eropa. Di tengah era pengeluaran besar-besaran dan pesatnya model kepemilikan multi-klub, UEFA kini semakin agresif dalam memastikan setiap entitas beroperasi sesuai dengan koridor keuangan yang telah ditetapkan untuk menjaga integritas kompetisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *