New York – Tim nasional Inggris sukses menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif setelah menumbangkan Panama 2-0 di Stadion New York New Jersey, Minggu (28/6/2026) pagi WIB. Kemenangan ini memastikan The Three Lions melaju ke babak 32 besar dengan status juara Grup L, mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan.
Pertandingan melawan Panama berjalan cukup alot bagi skuad asuhan Thomas Tuchel. Meski Inggris sudah dipastikan lolos ke fase gugur sebelum laga dimulai berkat hasil dari grup lain, mereka tetap tampil menekan untuk mengamankan posisi puncak. Inggris sempat kesulitan membongkar pertahanan disiplin Panama sepanjang babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada paruh kedua. Jude Bellingham membuka keunggulan melalui tendangan voli akurat usai menerima umpan sepak pojok dari Bukayo Saka. Lima menit berselang, dominasi Inggris berlanjut melalui gol Harry Kane yang memanfaatkan umpan silang Bellingham. Gol ini sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi Kane sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang masa dalam ajang Piala Dunia.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan kepuasannya atas performa anak asuhnya. Menurut Tuchel, menghadapi lawan dengan fisik kuat dan pertahanan rapat seperti Panama merupakan ujian yang penting bagi timnya. Ia menekankan bahwa Inggris berhasil tampil agresif namun tetap waspada terhadap potensi serangan balik lawan.
“Kami melakukan apa yang perlu dilakukan. Panama bukan tim yang mudah ditembus, dan kami adalah satu-satunya tim yang mampu menciptakan begitu banyak peluang serta mencetak dua gol ke gawang mereka. Kami pantas menang meskipun harus bekerja sangat keras,” ujar Tuchel melalui keterangan resmi Federasi Sepak Bola Inggris.
Status Inggris sebagai salah satu tim unggulan di turnamen ini juga mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Wakil Ketua Oranje Indonesia, Arnan Binafsihi, menempatkan Inggris dalam daftar kandidat juara Piala Dunia 2026 bersama tim-tim besar lainnya seperti Prancis, Portugal, Brasil, Argentina, serta Jerman dan Belanda.
Kendati berhasil melaju ke babak berikutnya dengan hasil positif, Tuchel menegaskan bahwa timnya masih memiliki ruang untuk berbenah. Ia menyoroti pentingnya detail kecil dalam turnamen sistem gugur, terutama terkait pendekatan bertahan satu lawan satu. Pelatih asal Jerman tersebut menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya baru akan dimulai saat memasuki fase gugur, di mana konsentrasi dan energi harus dijaga lebih ketat.
“Masih banyak yang bisa kami tingkatkan. Turnamen sesungguhnya dimulai sekarang. Kami akan mengumpulkan kembali energi, membangun dari apa yang sudah dimiliki, serta menjaga semangat juang dan keyakinan tim. Kami akan terus berkembang karena semakin besar pertandingannya, semakin besar pula potensi yang kami miliki,” tambah Tuchel.
Inggris saat ini masih menunggu penentuan lawan di babak 32 besar. Berdasarkan bagan turnamen, The Three Lions dijadwalkan akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup E, I, J, atau K. Pertandingan babak 32 besar tersebut rencananya akan berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 23.00 WIB.
Klasemen akhir Grup L menempatkan Inggris di posisi puncak dengan raihan tujuh poin, unggul atas Kroasia di peringkat kedua dengan enam poin, Ghana dengan empat poin, dan Panama yang harus tersingkir tanpa meraih poin. Keberhasilan menjuarai grup memberikan keuntungan bagi Inggris dalam menentukan langkah strategis menuju babak 16 besar.











