Jakarta – Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, menyuarakan kritik keras terhadap FIFA terkait penangguhan hukuman skorsing penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Tuchel menyoroti bukan hanya kontroversi kartu merah yang diterima Balogun, melainkan ketidakjelasan prosedur di balik keputusan FIFA tersebut.

Balogun tetap diperbolehkan tampil saat Amerika Serikat melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah FIFA menunda sanksi satu pertandingan berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin. Kartu merah Balogun didapat saat laga melawan Bosnia-Herzegovina.

Tuchel mengaku awalnya tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan wasit yang mengusir Balogun. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan yang sudah melalui proses VAR seharusnya memiliki kepastian hukum. “Saya memang tidak menganggap itu kartu merah. Tapi VAR sudah meninjau bersama wasit dan memutuskan itu kartu merah. Jadi keputusan sudah dibuat,” ujarnya.

Pelatih asal Jerman ini mempertanyakan siapa yang berwenang membatalkan keputusan tersebut dan dasar apa yang digunakan FIFA. “Siapa yang membatalkan, kapan, dan berdasarkan apa? Sampai kapan hal seperti ini akan terus terjadi? Kami hanya menginginkan konsistensi dalam setiap keputusan,” tambah Tuchel.

Ia juga mengingatkan bahwa jika satu hukuman bisa dibatalkan setelah pertandingan, maka banyak keputusan lain bisa diperdebatkan, termasuk kartu kuning yang diterima pemain lain seperti Declan Rice dan Michael Olise. “Apakah kami juga bisa mengajukan banding untuk setiap kartu kuning yang kami anggap tidak pantas? Saya benar-benar tidak tahu di mana batasnya,” katanya.

Saat ditanya apakah kapten Inggris Harry Kane bisa meminta bantuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar kartu merah Jarell Quansah saat melawan Meksiko juga dibatalkan, Tuchel menjawab dengan candaan, “Mungkin itu bisa menjadi awal yang bagus.” Trump sebelumnya diketahui memuji Kane di media sosial dan dilaporkan ikut meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kembali hukuman Balogun.

Keputusan FIFA ini memicu kemarahan Federasi Sepak Bola Belgia yang menilai langkah tersebut bertentangan dengan pedoman disiplin yang berlaku. Federasi Belgia kini tengah mempertimbangkan opsi hukum sebagai respons atas keputusan tersebut.

Kontroversi ini menjadi sorotan utama menjelang pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *