Buriram – Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP diwarnai tantangan berat. Juara dunia WorldSBK ini harus berjuang keras pada seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand, yang sekaligus menjadi ajang pembuktian proyek ambisius Yamaha dengan mesin V4 terbarunya.

Performa Razgatlioglu di lintasan menunjukkan kompleksitas yang lebih dalam daripada sekadar hasil akhir balapan.

Pada Sprint Race, Razgatlioglu sempat menjadi pembalap tercepat dari kubu Yamaha sebanyak dua kali sebelum akhirnya terjatuh dan menyelesaikan balapan di posisi ke-20.

Memasuki balapan utama sepanjang 26 lap, Razgatlioglu menunjukkan ritme kompetitif di awal. Hingga lap ke-20, ia mampu menjaga kecepatan yang setara dengan rekan-rekan sesama pengguna Yamaha M1.

Namun, situasi berubah drastis di fase akhir lomba. Duo pembalap Monster Yamaha, Fabio Quartararo dan Alex Rins, yang finis di posisi 14 dan 15, masih mampu mempertahankan konsistensi meski tertinggal lebih dari 30 detik dari pemenang.

Sebaliknya, Razgatlioglu dan Jack Miller dari Pramac Yamaha mengalami penurunan performa yang signifikan. Keduanya terhambat oleh degradasi ban belakang yang parah dan masalah wheelspin di lap-lap terakhir. Razgatlioglu finis di posisi ke-17, sementara Miller di posisi ke-18.

Razgatlioglu mengakui bahwa debut MotoGP-nya ini penuh dengan tantangan. “Ini balapan penuh pertama saya di MotoGP dan tentu saya berharap hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, balapan yang panjang dan menguras tenaga dalam suhu tinggi memberikan beban fisik yang sangat berat.

Masalah utama yang disoroti Razgatlioglu di Thailand adalah persoalan grip ban belakang yang terasa sejak awal balapan dan semakin memburuk di fase akhir. Ia menegaskan tidak ingin menyalahkan siapa pun dan mengakui masih perlu banyak belajar untuk beradaptasi di MotoGP. Sementara itu, Yamaha terus berupaya melakukan perbaikan pada motor.

Keterbatasan daya cengkeram ini juga dirasakan oleh pembalap Yamaha lainnya, terlihat dari posisi mereka yang relatif berdekatan sepanjang lomba. Razgatlioglu kini mengalihkan fokusnya ke seri berikutnya sambil terus beradaptasi dengan karakter motor MotoGP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *